Catatan Debat Terbuka Pilgub Jateng: Ganjar, Petahana Rasa Penantang


[PORTAL-ISLAM.ID]  Hati kecil sulit bohong. Yasin tertunduk. Nyengir. Geleng-geleng kepala. Nyengir lagi sambil garuk-garuk kaki setelah Sudirman Said nyerempet soal E-KTP.

Opening speech "Jarwo" mengklaim 4 tahun pemerintahannya on the right track.

"Ya itu kan pendapat dewek," kata beberapa orang.

Sudirman Said menyatakan penurunan angka kemiskinan Jateng tidak sesuai target. Ganjaran-Yasinan gaduh. Riuh. Merusuh verbal. Ganggu konsentrasi Sudirman Said. Side effect Kemiskinan adalah 3 dari 10 orang Jateng mengeluh sakit.

Paslon Ganjar-Yasin dan Sudirman-Ida berbeda secara diametris. Sudirman-Ida kekeuh akan mengganti Kartu Tani. Ganjar-Yasin fokus pada "UKM" yaitu unit mikro dan kecil. Mengabaikan pengusaha menengah. Sedangkan Sudirman Said lebih holistik dengan fokus ke usaha mikro, kecil dan menengah. Tidak mengesampingkan peran usaha mana pun.

Indirectly, host menyatakan Pemerintahan Ganjar telah gagal handle masalah narkoba. Ada 20 ribu pelajar kena HIV.

Mungkin Jarwo tidak merasa. Seperti kata Sudirman Said, "Pak Ganjar ini petahana rasa penantang". Artinya, merasa belum melakukan sesuatu. Kekacauan pemerintahan periode 2013-2018 bukan urusannya.

Kualitas Ida Fauziyah sekali lagi tampak di atas Gus Yasin.

Strategi Ganjar-Yasin sama; offensive. Tapi bocor di sana-sini. Foto backstage beredar di sosmed. Ganjar-Yasin serius membaca notes. Seperti anak SMA sedang menghadapi ujian semester.

Yasin menggempur Ida dengan mempermasalahkan program kerja Sudirman-Ida nomor 8 yaitu masalah kesehatan.

Yasin menyatakan wewenang bangun puskesmas ada di bupati. Itu alasan mengapa selama Ganjar berkuasa, hanya tiga puskesmas dibangun per tahun. Dengan apik, Ida beri solusi memberi fasilitas dan bantuan dana kepada kabupaten sehingga lebih banyak puskesmas bisa dibangun.

Yasin semakin ngawur saat mengatakan pengangguran di perkotaan sudah selesai dan klir. Pengangguran hanya ada di desa. Mungkinkah Gus Yasin sedang kalap?

Dan yang paling luar biasa dari debat ini adalah seruan Ida Fauziyah yang mengatakan, "Kita harus jihad melawan kemiskinan".

Penulis: Zeng Wei Jian