"Aku Adalah Aku"


"Aku Adalah Aku"

Oleh: Ust. Komiruddin Imron. Lc
(Ketua DSW Lampung)

Aku adalah aku. Aku tak bisa berpura-pura suka, sementara hati mengatakan tidak. Aku tak bisa mengatakan OK sementara batin menolak.

Aku terbiasa apa adanya. Jika suka, ku katakan suka. Jika sebaliknya, kan ku katakan apa kata hatiku.

Aku tak biasa berpura-pura hanya untuk menyenangkan orang lain. Bila orang meminta pendapat, aku akan katakan terus terang sesuai apa yang aku pahami.

Walau boleh jadi pendapatku tidak menyenangkan dan bertolak belakang dengan pendapatnya.

Bagiku lebih baik debat di awal atau ribut di muka dengan adu argumentasi lalu selesai, dari pada diam, sementara perasaan tertekan dan batin menangis.

Aku memahami kadang keterus terangan menyakitkan. Tapi bagiku itu adalah cara membebaskan diri dari ketertekanan dan ketergantungan.

Dan menyelamatkan orang lain dari kejatuhan karena mis-informasi yang terbalut kepura-puraan.

Aku tidak biasa ngomong di belakang A, sementara di depan B. Sebab prilaku ini adalah ciri dari sifat kaum munafiq.

Sebagaimana aku tak merasa tenang ketika ada hal yang kurang pas menurutku secara agama dan logika lalu aku diam dan tidak menyampaikan.

Aku bukan tipe orang yang bisa main di dua kaki untuk mendapatkan kesenangan sementara. Tipe orang semacam ini menurutku lambat laun akan tersingkir dari panggung kehidupan sebab terkikisnya kepercayaan.

Sebab telinga alam sekitar ini akan mendengar, lalu bercerita tentang rekam jejak yang dilakoni sepanjang jalan.

Bagiku kepura-puraan adalah menjerumuskan, sebab pemilik sifat ini akan melakoni jalan hidup yang bisa jadi tak sesuai dengan hati nurani.

Inilah aku.

Natar, 14 Maret 2018