TERUNGKAP! Inilah Detik-detik Lobi Indonesia Sebelum Trump Umumkan Status Yerusalem


 Dubes AS untuk Indonesia Joseph Donovan memberi keterangan pers usai memenuhi panggilan Menlu Retno Marsudi, di Tangerang Selatan, Banten, Kamis, 7 Desember 2017 

[PORTAL-ISLAM.ID]  Sebelum Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan tampil ke publik untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota baru Israel, Indonesia melalui
Menlu Retno Marsudi berupaya melobi agar kebijakan itu dibatalkan.

Dari Istana Bogor, Retno secara singkat mengulas lobi-lobi Indonesia ke sejumlah pejabat pemerintah AS, termasuk Menlu AS Rex Tillerson yang ketika itu sedang berada di Brussels, Belgia.

"Tiga sampai empat jam menjelang pengumuman itu kita masih berusaha dan berkomunikasi dengan Tillerson (Menlu AS) yang saat itu berada di Brussels. Saya sampaikan kembali posisi Indonesia dan meminta agar rencana tidak dilakukan," ucapnya.

Namun, Trump sudah kadung menerobos peringatan pemimpin-pemimpin dunia dengan mengumumkan kebijakan yang langsung memantik reaksi keras komunitas internasional. Kendati demikian, Menlu menyampaikan pihaknya masih tidak berputus asa.

"Sampai jam-jam terakhir diplomasi kita masih berusaha keras," tuturnya.

Kamis, 7 Desember 2017 tengah-tengah padatnya agenda memandu konferensi internasional Bali Democracy Forum 2017, Menlu menyempatkan menghubungi sejumlah menteri luar negeri agar tidak mengikuti langkah AS memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem.

Pada kesempatan itu, Menlu bahkan meminta Dubes AS untuk Indonesia Joseph Donovan memenuhi panggilannya ke lokasi penyelenggaraan BDF 2017, meskipun wakil AS itu tidak diagendakan hadir sebagai undangan.

"Hari ini meminta Dubes AS untuk menemui saya hari ini juga. Oleh karena itu, kedatangan Dubes AS adalah untuk memenuhi permintaan saya," kata Retno, 7 Desember 2017.

Jumat, 8 Desember 2017, Presiden Jokowi menyerukan negara-negara OKI agar bersatu dan menyampaikan pesan pertentangan yang keras kepada AS.

Sumber: Rilis