Fenomena DWI HARTANTO & AFI, Ketika Media Memblowup "TOKOH PALSU"


Oleh: DR. Mukhamad Najib

Dwi Hartanto, oleh media terlanjur diekspos sebagai "New Habibie", dengan ragam paten yang diklaim telah diraihnya dibidang teknologi kedirgantaraan. Ternyata belakangan terbukti semua hanyalah manipulasi dan kebohongan. (LINK)

Fenomenanya mirip dengan Afi, yang tempohari diekpos secara massif oleh media-media sebagai anak yang "cerdas dan kritis", ternyata belakangan terbukti semua hanyalah plagiasi dan kebohongan.

Mungkin sebagian rakyat kita haus akan anak-anak muda cerdas berprestasi, haus akan teladan-teladan kebaikan yang menginspirasi..sayangnya yang disuguhkan media justru anak-anak muda yang pandai mengenakan selimut kepalsuan..

Polanya: Ada anak-anak muda yang punya talenta mereproduksi kebohongan, lalu media mengekspos anak muda yang dianggap ''Extra Ordinary" ini, kemudian ditangkap publik yang memang sedang butuh lebih banyak teladan inspiratif..jadilah anak-anak muda ini populer dan mereka menikmati popularitas mereka..

Anak-anak muda, generasi instant ini lupa kalau semakin tenar seseorang maka akan semakin terbuka kehidupannya lebih lebar di ruang publik..banyak orang yang ingin mencari tahu lebih jauh dengan diri mereka..

Nah..pada titik ini, popularitas yang dibangun atas dasar kepalsuan pada akhirnya akan berujung pada kehinaan..

Saya tidak sepenuhnya menyalahkan mereka, karena bisa jadi mereka telah belajar banyak dari senior dan pemimpin-pemimpin mereka di negeri ini..di negeri ini reproduksi kebohongan dengan dukungan media yang terstruktur, sistematis dan massif terbukti mampu memenangkan hati publik..karena masyarakat yang sedang haus tak mampu lagi membedakan mana air yang sebenarnya dan mana yang sekedar fatamorgana..

Salam pagi..semoga kita punya energi untuk merawat akal sehat negeri ini..

9 Oktober 2017