TERUNGKAP! Ini Alasan PBNU Dukung Full Day School


[PORTAL-ISLAM.ID]  PBNU akhirnya bersepakat untuk mendukung program pendidikan karakter melalui kebijakan lima hari sekolah (Full Day School) .

Sebelumnya, PBNU diketahui merupakan ormas yang paling getol menolak kebijakan FDS yang digagas pemerintah. Pasalnya, kebijakan itu dikhawatirkan akan memberangus pendidikan madrasah yang selama ini berjalan.

Program FDS dinilai akan menggusur madrasah diniyah yang dibangun masyarakat, yang gurunya diberi honor oleh masyarakat secara swadaya, yang jumlahnya mencapai 76 ribu guru se-Indonesia.

Bahkan, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj menolak berkompromi dengan pemerintah soal kebijakan tersebut. Ia menutup rapat dialog soal sekolah lima hari atau full day school.

Namun hari ini, secara mendadak PBNU menyatakan akan menerima wacana pemerintah tersebut. (Baca: Setelah JOKOWI Keluarkan Perpres Pendidikan Karakter (Full Day School, PBNU yang Tadinya DEMO dan MENOLAK, Akhirnya Nurut)

Rupanya, PBNU berubah pikiran setelah mengetahui bahwa melalui wacana Full Day School yang Perpres nya akan dikeluarkan esok hari, madrasah diniyah nantinya akan dibantu oleh tiga kementerian terkait (Kementerian Pendidikan, Kemenriatekdikti dan Kementerian Agama).

"Semua menteri, Mendikbud, Menag, maupun Dikti harus mendukung pendidikan karakter yang sudah berjalan yaitu madrasah diniyah, swasta di bawah swadaya masyarakat tetap berjalan. Bahkan didukung," ujar Said Aqil.

Tak hanya itu, untuk madrasah diniyah yang selama ini para gurunya digaji dari swadaya, kemungkinan akan mendapatkan dana dari pemerintah. Melalui program pendidikan karakter ini.

"Dengan adanya Perpres ada kewajiban, ada payung kewajiban mengeluarkan anggaran. Malah bantuan," katanya.

Selama ini gaji para guru itu, dibiayai sendiri oleh madrasah diniyah yang dananya berasal dari umat.