MELAWAN REZIM DURJANA


[PORTAL-ISLAM.ID] Jika Allah menghendaki suatu bangsa itu istimewa, maka Allah kirimkan syaratnya. Yakni, tantangan berupa rezim yang durjana.

Tengoklah sejarah para Nabi dan Rasul, betapa mereka selalu dihadapkan dengan rezim zhalim nan durjana. Tengoklah generasi terbaik di dunia, pun juga mereka dihadapkan dengan rezim dengan kejahatan yang merajalela dan menipu daya.

Semua ini adalah bukti cinta. Semua ini adalah bukti bahwa Allah menginginkan kita tetap berupaya, tidak terlena. Bahkan, kondisi seperti ini terus menerus ada sampai akhir dunia.

Sayyidina Rasulullah Muhammad saw berhadapan dengan rezim kafir Quraisy di bawah komando Abu Jahal dan Abu Lahab. Sayyidina Abu Bakar menghadapi kaum munafik yang menolak taat membayar zakat. Sayyidina Umar, Utsman dan Ali pun begitu juga. Terus begitu sampai kepada akhir zaman kita.

Allah terus pergilirkan segala sesuatunya. Agar kita benar-benar teruji dan layak diberikan gelar orang yang beriman kepada-Nya.

Tinggal kemudian adalah ada di sebelah mana kita? Berkontribusi apakah kita? Apakah kita pelaku estafeta perjuangan dakwah dan risalah-Nya, penonton pasif belaka, atau menjadi musuh-Nya yang hina.

Ingat, semakin berat ujian dalam perjuangan kita, semakin besar kemuliaan yang akan Allah berikan kepada kita. Kepada bangsa kita, Indonesia.

(Azzam Mujahid Izzulhaq)