Najwa Shihab Keluar dari Metro TV Setelah Mewawancarai Novel Baswedan? WAKWAW


[PORTAL-ISLAM.ID] Mata Najwa tak akan mengudara lagi. Begitu isi pengumuman mengejutkan dari presenter kondang Metro TV Najwa Shihab. Pengumuman itu diwartakan Najwa Shibab melalui akun media sosialnya di Instagram @najwashihab.

"Menuju Catatan Tanpa Titik" begitu Najwa menulis dalam akun Instagramnya. Dalam pengumuman tersebut, Najwa mengatakan bahwa 'Eksklusif Bersama Novel Baswedan' yang tayang 26 Juli 2017 dua pekan lalu menjadi episode live terakhir Mata Najwa. Dia memutuskan keluar dari MetroTV per Agustus ini setelah 17 tahun menjadi presenter MetroTV.

***

Najwa Shihab keluar dari Metro TV setelah mewawancarai Novel Baswedan? Wah, saya baru tahu nih. Alhamdulillah jika benar. Mungkin dia tersadar setelah mendengarkan fakta-fakta yang disampaikan oleh pak Novel.

Sekadar info: Teman-teman masih ingat tentang saya yang pernah diwawancarai oleh Metro TV beberapa bulan lalu, lantas hasil wawancaranya dipelintir oleh mereka?

Reporter yang saat itu mewawancarai saya, namanya Yasmin, pun kini telah resign dari Metro TV. Menurut info dari seorang sahabat yang bekerja di sebuah stasiun TV nasional, kejadiannya berawal ketika suatu hari Yasmin shalat malam, lantas tiba-tiba dia tersadar dan merasa bersalah karena selama ini bekerja di TV yang penuh pembohongan tersebut.

Dulu ketika rame-ramenya demo lilin untuk Ahok, sempat viral sebuah video dari Metro TV, di mana ada ibu-ibu yang berteriak "siap mati untuk Ahok", lantas ada reporter Metro TV (perempuan) di sampingnya. Nah, itu adalah Yasmin. Dia keluar dari Metro TV beberapa hari setelah liputan di video tersebut.

Alhamdulillah, bahagia dan bersyukur karena ternyata masih banyak wartawan yang punya hati nurani. Mereka tidak bisa menipu diri sendiri, sehingga akhirnya sadar dan memutuskan untuk resign.

Sekadar info, Teman-teman sekalian:
Banyak sekali wartawan yang baik, termasuk para wartawan yang bekerja di Metro TV, Kompas, Berita Satu, dst. Saat menulis berita, mereka menulis sesuai fakta dan objektif.

Namun, wartawan di lapangan hanyalah staf biasa. Mereka tidak punya wewenang. Hasil liputan berita mereka biasanya diserahkan ke redaktur, dan si redaktur inilah yang bertugas untuk memelintir berita, membuat framing sesuai visi misi mereka, dan seterusnya.

Karena itu, kita seharusnya bisa bersikap lebih bijaksana terhadap para wartawan di lapangan.

(JONRU GINTING)