"Watsiqah Hamas" SIKAP TERBARU HAMAS


by @hasmi_bakhtiar
(Pengamat Dunia Internasional, S2 Lille Prancis)

1. Gw pengen ngetwit tentang "Watsiqah Hamas" atau "Hamas Document" yang kemaren (1/5/2017) launching di Doha, Qatar (markaz Luar Negerinya Hamas).

2. Sebagai muslim gw mendukung kemerdekaan Palestine krn itu adalah tanah soko umat Islam dengan keberagaman budaya dan agama di sana

3. Sbg manusia sehat tentu gw menolak penjajahan yg dilakukan Israel. Itu sebabnya dari dulu gw selalu tertarik dg cerita perlawanan di sana.

4. Tentang apa dan bagaimana isi Hamas Document bisa dibaca sendiri (Ada 42 point):

Link Hamas Document (Bahasa Inggris):
http://hamas.ps/ar/uploads/documents/06c77206ce934064ab5a901fa8bfef44.pdf

Bahasa Indonesia (point-point penting):
https://melayu.palinfo.com/news/2017/5/2/Poin-poin-Utama-Dokumen-Anyar-Politik-Hamas


Gw pribadi cuma ingin sedikit memberi CATATAN:

5. Kenapa gw tertarik dengan Hamas Document? Sama sekali bukan karena Khalid Misyal mengakui bahwa Hamas adalah anak idiologis IM.

6. Alasan gw simple, karena Hamas adalah faksi perlawanan yang paling diperhitungkan negara2 kuat yang terlibat dalam sengketa Palestina.

7. Bisa dibilang Hamas adalah yang paling tinggi nilai tawarnya dibanding faksi2 yang lain, termasuk jika dibanding Fatah.

8. Amrik dan Iran adalah dua negara yang paling cepat merespon Hamas Document setelah Israel, walau respon keduanya sedikit berbeda.

9. Israel tentu menolak karena inti Document ini adalah pernyataan Israel sama sekali tidak punya hak di bumi Palestina.

10. Amrik sendiri mempertegas pendapatnya bahwa Hamas adalah organisasi teroris. Adapun Iran, menanggapi Document ini dengan dingin.

11. Gw pribadi melihat "Hamas Document" ini bagian dari kampanye internasional yang dilakukan Hamas dalam merebut kemerdekaan Palestina.

12. Pesan utama yang ingin disampaikan Hamas kepada dunia adalah Hamas bukan organisasi teroris.

13. Itu sebabnya isi Document ini agak sedikit "moderat" jika kita bandingkan dengan Pakta yang dikeluarkan Hamas pada tahun 1988.

14. Dalam Pakta 1988 kita bisa baca bahwa satu2nya cara perlawanan adalah melenyapkan Israel

15. Dalam Pakta 1988, perlawanan terhadap Israel masih dibayangi oleh sejarah tentang pertentangan Islam dan Yahudi.

16. Bayangan ini kadang mengaburkan musuh bangsa Palestina yang sebenarnya. Musuh bangsa Palestina adalah Israel, bukan pemeluk agama Yahudi.

17. Dalam Document skrg disebut konflik Palestina tidak ada hubungannya dengan pemeluk Yahudi, tapi akibat penjajahan yang dilakukan Israel.

18. Dalam hal ini gw melihat perbedaan Document 2017 dengan Pakta 1988 bukti bahwa Hamas adalah kelompok perlawanan MODERAT.

19. Terlihat Hamas sangat bijak dalam mendefinisikan musuh. Perlawanan terhadap Israel tidak terkait agama atau suku, tapi murni ttg ketidakadilan.

20. Pada point 2 Hamas menegaskan bahwa tanah Palestine mencakup mulai dari sungai Yordan di timur sampai laut Tengah di barat

21. Gw melihat penegasan yang dilakukan Hamas terkait batas negara Palestine di point 2 dan siapa saja yang berhak disebut sbg Warga Negara Palestina

22. Sebagai pertanda bahwa mereka sebagai kelompok MODERAT tapi juga tidak kehilangan arah apalagi melupakan Ats-tsawabit dalam perjuangan

23. Hamas sudah benar dari sejak Fikrah yang membuat mereka "tsabat" atau teguh dalam memegang cita2 perjuangan.

24. Ketika membaca Hamas Document point 20 bagian pertama gw lamgsung sumringah dengan ketegasan Hamas yang mengatakan:

25. “Kami tidak akan pernah mundur sedikit pun dari tanah Palestine, apa pun sebab dan keadaan bahkan tekanan yang kami terima.”

26. Tapi ketika gw terusin, Hamas katakan: Hamas bersedia menerima berdirinya negara Palestine sesuai batas 1967.

27. Awalnya gw sedikit mengkerut membaca point 20 ini, bagian pertama Hamas mengatakan tidak akan mundur sedikit pun

28. Tapi dalam lanjutannya Hamas bersedia menerima batas negara 1967. Kalau begitu jelas masih ada tanah Palestine yang terjajah.

29. Pada awalnya gw mengira Hamas bersedia dengan solusi dua negara (mengakui Israel)

30. Karena jika Hamas bersedia dengan batas 67 maka secara tidak langsung mengakui adanya negara Israel di tanah Palestine.

31. Tapi ketika Hamas melanjutkan dengan kalimat "menerima batas 67 bukan berarti mengakui eksistensi Israel", maka asumsi gw langsung berubah.

32. Gw menangkap dalam point ini situasi sangat rumit sedang dihadapi Hamas.

33. Satu sisi Hamas bicara idealisme tapi di sisi lain berbenturan dengan kerasnya realitas. Gw lihat ini yang tergambar dalam point 20.

34. Dalam sejarah perjuangan yang kita baca sering kita jumpai para pejuang mengalami situasi rumit seperti ini, dan gw rasa sangat manusiawi.

35. Bahkan Baginda Nabi saja pernah mengalaminya sehingga kita mengnal perjanjian Hudaibiyah.

36. Dalam hal ini justru gw melihat Hamas sangat realistis.

37. Perlu kita pahami yang saat ini dihadapi Hamas bukan teroris kambuhan spt ISIS, tapi yang dihadapi adalah Israel si induk teroris.

38. Itu sebabnya ketika gw ditanya ttg Hamas Document gw menjawab: Hamas sudah lebih maju dalam mengelola "konsep siyasi" dan "konsep hadhori"

39. Dari Document ini setidaknya gw melihat tiga keunggulan Hamas: Washatiyah, Tsaqafah dan Istiqomah.

40. Ini juga yg membuat mereka tetap eksis bahkan menjadi ujung tombak pembebasan Palestine di saat negara Islam lainnya hanya sibuk umbar janji

41. Ini juga yang membuat mereka terbilang sukses dalam mengelola "konsep siyasi" di Gaza dan "konsep hadhori" di bumi Palestine scr keseluruhan

42. Jumlah mereka tidak banyak, tapi mereka berjuang dengan keimanan dan pengetahuan yang membuat mereka tidak mudah dikalahkan.

43. Keberhasilan mereka bisa kita lihat dari tekanan dunia terhadap mereka hari ini.

44. Gw pribadi bangga dg perjuangan mereka yang berani mengambil beban dari pundak umat Islam, pundak gw dan dan pundak bapak @jokowi :)

45. Membaca "Watsiqah Hamas" yang diluncurkan ini gw melihat cara pandang yang jelas dan terarah dari para Qiyadah-nya dalam berjuang.