Wahai HTI, Lihatlah Dukungan Kami Untuk Anda, Jangan Lagi Sakiti Umat Dengan Kampanye "Demokrasi Sistem Kufur"


Pembubaran sepihak pemerintah rezim Jokowi terhadap Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang disampaikan Menkopolhukam Wiranto, Senin (8/5/2017), menuai penentangan bukan saja dari pihak HTI, tapi juga umat Islam non-HTI.

Di sosial media, netizen cyber muslim ramai-ramai menyuarakan #KamiBersamaHTI.

Tokoh-tokoh politisi Umat Islam juga tegas menolak pembubaran HTI secara semena-mena. Semisal ustadz Hidayat Nur Wahid, Prof. Yusril Ihza Mahendra, Fahri Hamzah, dll.

Dukungan atas kedzoliman yang menimpa saudara-saudara HTI ini atas dasar Ukhuwah Islamiyyah semata, walau selama ini kerap saudara-saudara dari HTI dirasa menyakiti saudara-saudara muslim yang aktif berjuang menegakkan Islam lewat jalur demokrasi.

Oleh karena itu, peristiwa ini haruslah dijadikan hikmah, Bahwa Ukhuwah Islamiyah di atas segalanya. Kita saling membantu dalam hal yang disepakati, dan saling memahami atas hal-hal yang berbeda.

Hentikan menuding saudara seperjuangan, hanya karena mereka tidak satu barisan dengan HTI.

Hentikan tagar "Demokrasi Sistem Kufur", "Antek Toghut", "Dosa Besar Pelaku Demokrasi", "Pepesan Kosong Pilkada Serentak", DLL.

Belum lagi dengan kampanye GOLPUT yang rajin disuarakan HTI setiap kali ajang pemilihan semakin dekat; yang justru dirasa malah menggembosi perjuangan politik ummat, sekaligus menguntungkan lawan-lawan politik ummat.

Hentikan pula mencaci dan memfitnah tokoh-tokoh pejuang Islam dunia, seperti Erdogan, Raja Salman, dll. Itu menyakiti Umat Islam. Benar mereka belum sempurna menegakkan Islam, tapi mereka telah nyata berbuat untuk Islam.

Belajarlah dari sejarah Mohammad Natsir, Sjafruddin Prawiranegara, KH Wahid Hasyim, Buya Hamka dan sebagainya. Mereka adalah tokoh-tokoh Islam yang berjuang secara politik melalui jalur demokrasi. Mereka pun juga diakui sebagai tokoh yang diakui jasanya bagi negara.

Jadikan Ukhuwah Islamiyah sebagai perekat kita dalam perjuangan menegakkan Islam.

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

“Orang mukmin dengan orang mukmin yang lain seperti sebuah bangunan, sebagian menguatkan sebagian yang lain.” [HR Muslim]

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” [HR. Muslim]