BERCUCURAN AIR MATA, Siapa PEMAIN SINETRON Sesungguhnya, Korban Gusuran Atau Istri Ahok?


[PORTAL-ISLAM]  Cucuran airmata dan tangis sesenggukan mewarnai momen pembacaan surat Basuki Tjahaja Purnama (uAhok) oleh Veronica Tan.

Vero yang membacakan surat sang suami yang ditulis dari balik bui awalnya berusaha tegar saat akan membacakan surat tersebut.

Namun, ketika membaca kalimat demi kalimat dalam surat, air mata Veronica langsung menetes. Dia beberapa kali tampak menyeka air mata dengan tangannya dan membaca surat dengan sesenggukan.

Sementara itu, adik Ahok, Fifi Lety Indra, yang duduk di sebelah Veronica, nampak berusaha menenangkan dan menyodorkan tisu. Fifi mengelus punggung Veronica agar tetap tabah. Namun, tak berapa lama kemudian, Fifi juga menangis dan menyeka dengan tisu seraya merapatkan tubuh ke arah kakak iparnya.

"Tidak mudah menerima kenyataan seperti ini," kata Vero, membacakan surat dari Ahok.

Salah satu anggota tim pengacara, I Wayan Sudirta, juga berusaha menenangkan Veronica. Vero akhirnya melanjutkan isi surat yang ditulis Ahok dari dalam Rutan Mako Brimob hingga akhir.

Sekedar melawan lupa, beberapa waktu yang lalu Ahok juga sempat berkomentar pedas mengenai air mata yang tercurah dari para korban gusuran. Tak tanggung-tanggung, ia menyebut air mata para ibu korban gusuran sebagai air mata "peman sinetron".

Bagaimana Ahok bisa berkomentar sekejam itu, padahal mereka adalah orang yang kehilangan tempat tinggal karena Ahok? Mereka yang tidak pernah berbuat salah pada Ahok malah diperlakukan semena-mena dan diusir dari rumah mereka sendiri.

Sedangkan Ahok jelas-jelas berbuat salah dan dipenjara akibat perbuatannya. Ia pun kehilangan jabatan dan pekerjaannya. Namun istrinya menangisinya seolah-olah Ahok sudah meninggal.

Jangan lupa, saat menangis, Vero masih punya rumah mentereng di Pantai Indah Kapuk, mobil mewah yang kinclong dan harta melimpah. Sementara para perempuan korban gusuran HANYA MEMILIKI AIR MATA!!

Seorang kawan yang menyempatkan diri menonton drama penuh air mata itu berkomentar pedas.

"Vero nangis, wajar. Dia istrinya. Tapi kenapa Fifi ikutan nangis dan meluk so nya (istri dari kakak lelaki dalam dialek hokkian lokal, red)? Takut gak kebagian tempat di frame?", tutur psikolog yang bekerja di sebuah perusahaan media ini.

Drama cucuran air mata Vero sama sekali tak sebanding dengan tangisan ibu yang dituduh maling oleh Ahok dan ratusan bahkan ribuan korban gusuran yang tak mampu melawan kedzaliman Ahok dan hanya mampu berdoa diiringi air mata kepedihan.

Apakah kini masyarakat boleh menyimpulkan bahwa air mata yang dikeluarkan Veronica adalah air mata buaya penarik simpati?

Atau... Beranikah Ahok menyebut tangisan istrinya serupa tangisan ibu-ibu korban gusuran yang mirip tangisan pemain sinetron?

Berikut komentar netizen.