WUIH!! Wakil Walkot JakUt BANTAH KERAS Tudingan Ahok Soal Preman Kalijodo yang Muncul Karena AHOK KALAH


[PORTAL-ISLAM]  Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) adanya preman yang mulai masuk dan bertugas menjadi petugas parkir liar di kawasan RPTRA Kalijodo.

Menurut dia, preman muncul karena merasa Ahok sudah kalah di Pilgub DKI.

"Ini merasa gubernur sudah kalah, sudah hilang. Gubernur sampai Oktober kok, masih gubernur kok sampai 7 Oktober," kata Ahok.

Pemprov DKI, kata dia, akan segera menindak oknum preman di RPTRA Kalijodo.

Pernyataan Ahok dibantah keras Wakil Wali Kota Jakarta Utara Yani Wahyu.

Yani mengatakan tak ada lagi preman di Kalijodo sejak kawasan ini diresmikan menjadi RPTRA oleh Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama pada 22 Februari lalu.

"Di sini tidak ada preman. Ini buktinya di sini tidak ada. Kita datang kesini tidak ada preman. Ya, tidak ada," kata Yani di Kalijodo, Selasa, 25 April 2017.

Apa yang disampaikan Yani ini menepis isu yang berkembang soal preman yang muncul lagi di Kalijodo, dengan meminta 'jatah' parkiran.

Meski demikian Yani tetap melakukan kerja sama dengan sejumlah pihak keamanaan untuk berjaga di lokasi RPTRA, agar masyarakat yang berkunjung merasa aman.

"Tetap kita ada untuk masyarakat. Tidak ada intimidasi, tidak ada tekanan-tekanan. Upaya yang dilakukan mengefektifkan tugas-tugas satpol PP dan tugas-tugas Dinas Perhubungan," ujar Yani.

Beragam sarana pendukung di RPTRA, kata Yani, juga akan terus ditingkatkan kualitasnya. Mulai dari memaksimalkan pemanfaatan ruang terbuka hijau di sana hingga persediaan air bersih untuk pengunjung RPTRA.

"Sehingga masyarakat mudah mengakses ruang terbuka hijau, termasuk nanti persediaan air bersih, tolilet bersih, keamanan parkir, semuannya tetap kita upayakan warga senyaman mungkin bisa menikmati RPTRA Kalijodo," katanya.

Tak hanya mengupayakan kenyamanan pengunjung RPTRA, Yani juga mengatakan pihaknya juga telah bekerja sama dengan pihak swasta untuk mengatur dan mendata para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sana.

"Pemerintah semua pada intinya, akan memberdayakan, pedagang kaki lima usaha sektor meneggah ke bawah. UKM ya. Kami sudah bekerja sama dengan Sosro. Sekarang ini kita lihat bersama kios-kios sudah mulai dikerjakan 90 persen. Jadi setelah tuntas, mereka akan dilakukan pendataan dan diundi dapat di mana," kata nya