WKWKWK... PSI Tempel Prabowo Subianto, Guntur Romli Keluar dari Partai 😁

[PORTAL-ISLAM.ID]   Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Muhammad Guntur Romli menyatakan keluar dari partai. Putusan itu diambil usai dirinya melihat adanya kedekatan partainya dengan bakal calon presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

"Sebenarnya ini berat bagi saya, karena relasi dengan kawan-kawan yang sudah kuanggap sebagai saudara sendiri. PSI yang selama ini saya anggap sebagai 'rumah politik' saya. Mulai hari ini saya menyatakan keluar dari PSI, sebagai anggota maupun kader PSI," tegasnya di Cikini Jakarta, Sabtu (5/8/2023).

Diakui Guntur Romli, dirinya memang bukan pengurus partai. Namun selama ini ia sudah dikenal sebagai politisi PSI karena 2019 lalu menjadi caleg DPR RI dari PSI sekaligus juru bicara (jubir) partai.

"Saya ingin berterima kasih kepada semua bro dan sis di PSI atas kebersamaan dan solidaritas selama ini dan meminta maaf apabila ada hal-hal yang tak berkenan. Pada bro Ketum Giring, Sisjen Isyana dan semuanya," ucapnya.

"Khususnya kepada bro Raja Juli Antoni, yang mengajak saya ke PSI tahun 2016, terima kasih telah memberikan kesempatan. Bro Raja Juli adalah sosok pemimpin, intelektual, aktivis yang tetap akan saya kagumi. Begitu juga dengan big bro Jeffrie Geovanie, sosok yang penuh dedikasi terhadap pemikiran, pencerahan, dan masa depan anak-anak muda, yang terus akan saya kagumi, bahkan sejak sebelum ada PSI," tambah Guntur.

Meskipun PSI bukan rumah politiknya, disebutkan ia juga pernah menjadi Ketua PKB cabang Luar Negeri Mesir tahun 2002-2004 era Gus Dur. Di dunia politik, Guntur mengaku pernah menjadi ketua PKB cabang luar negeri Mesir pada 2002-2004 di era Gus Dur. Namun, di PSI-lah Guntur benar-benar ditempa menjadi politisi yang punya idealisme, DNA keberagaman (anti-intoleransi), dan kebajikan (antikorupsi).
Namun ada hal yang menganggu hati nurani dan idealismenya saat kehadiran Ketua Umum Partai Gerindra yang juga bakal calon presiden Prabowo Subianto di DPP PSI, Rabu (2/8/2023) yang lalu.

"Saya tidak pernah diberi tahu, apalagi diberi penjelasan oleh kawan-kawan Pengurus PSI soal kehadiran Prabowo itu, baik sebelum dan sesudahnya. Jadi saya hanya bisa membaca dan menonton di media," ucapnya yang merasa sedih.

"Saya sungguh terkejut, karena masih ingat Januari 2019, PSI pernah memberikan 'Award Kebohongan Terlebay' pada Prabowo Subianto karena mengeluarkan pernyataan selang cuci darah RSCM digunakan berkali-kali hingga 40 pasien, dan langsung dibantah oleh Direktur RSCM waktu itu," kenangnya.

Guntur menjelaskan bahwa dirinya tidak sedang melancarkan politik kebencian pada Prabowo. Ia menghormatinya sebagai sosok manusia dan tokoh politik sekaligus sebagai menteri di Kabinet Joko Widodo.

"Jadi menurut pertimbangan rasional dan ideologis, saya hakulyakin dan percaya Ganjar Pranowo-lah yang layak menjadi penerus Joko Widodo tahun 2024," tegas dia.

Ia menilai persamaan ideologi Jokowi dengan Ganjar mulai dari gaya kepemimpinan dan pelayanan, merakyat, dekat dengan rakyat, senantiasa blusukan, bertemu dengan rakyat, apa pun risiko dan keluhannya, jujur, bersih, lurus, tidak neko-neko.

"Apalagi berdasarkan hasil Rembuk Rakyat yang diumumkan PSI pada Oktober 2022 lalu, 'Jokowi di Hati, Ganjar Dinanti'," pungkasnya.


Baca juga :