Produksi Kebohongan dari Istana

Abraham Lincoln “Anda bisa membohongi semua orang beberapa saat dan beberapa orang setiap saat, tetapi kamu tidak bisa membohongi semua orang setiap saat”

Istana terus memproduksi macam macam stok kebohongan dan rekayasa tipuan yang  di  paksakan dari nafsu ingin terus berkuasa seperti bah banjir air bandang tanpa tanggul merambah kemana mana .

Kekacauan negara sudah pada puncak titik kulminasi, campur aduk antara berita benar dan bohong di kopyok menjadi rujak cingur. Dengan begitu, kebenaran dan kebohongan menjadi tercampur dan sulit dibedakan.

Terdapat sedikitnya empat macam kebohongan :

Pertama, mitos atau cerita berlatar masa lampau yang boleh jadi salah, tetapi dianggap benar karena diceritakan secara turun-temurun.

Kedua, glorifikasi dan demonisasi. Glorifikasi adalah melebih-lebihkan sesuatu agar tampak hebat, mulia, dan sempurna. Sebaliknya, demonisasi adalah mempersepsikan sesuatu seburuk mungkin seolah tanpa ada kebaikannya sedikit pun.

Ketiga, kabar bohong atau informasi yang diada-adakan atau sama sekali tidak mengandung kebenaran.

Keempat, info sesat, yaitu informasi yang faktanya dicampuradukkan, dipelintir, dan dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi seolah-olah benar.

Kebohongan atau kemunafikan sudah menjadi bagian dari kehidupan Istana dan semua agen dan sales Istana . Istana terus memproduksi merk dan aksesoris kebohongan sampai masyarakat sangat sulit membedakan ini kebijakan asli atau imitasi alias bohong.

“Kita mencium ada semacam kepanikan di dalam rezim ini. Orang panik biasanya ingin cari pegangan apa saja. Kayak orang hanyut, dia mau raih apa saja. Entah itu kaleng bekas hanyut, batang pohon. Jadi kepanikan menunjukkan ada krisis.

Rezim saat ini semacam ingin mengendalikan kebenaran sesuai dengan standarnya. Dia pun mencurigai ada kebohongan yang disembunyikan dalam upaya keras pemerintah melawan hoax. “Rezim itu, kalau dia terus menerus mengendalikan kebenaran, artinya ada kebohongan yang hendak disembunyikan.

Pembuat berita bohong terbaik adalah pemerintah yang sedang berkuasa. “Pembuat hoax terbaik adalah penguasa. Karena penguasa memiliki seluruh peralatan untuk berbohong. punya intelijen, data statistik dan media.  Hanya pemerintah yang mampu berbohong secara sempurna.N

Kebenaran lekat dengan fakta dan realitas, sedangkan kebohongan adalah antitesisnya, dipenuhi dengan prasangka dan ilusi manipulatif. Realitas juga dapat dikonstruksi dari tumpukan informasi palsu, sehingga kebenaran dan fakta ibarat “jauh panggang dari api”.

Berbohong dan kebohongan disebabkan berbagai hal, termasuk ( vakumnya informasi, bias persepsi dan interpretasi momentum, hingga ketidakmampuan memajukan perspektif kritis. Level tindak kebohongan merasuk mulai dari level individu hingga negara, dari level atas sampai bawah.

Kesimpulan dari berbagai kejadian tersebut : sebuah kebohongan diteguhkan dengan kebohongan lain untuk memperkuat narasi, kebohongan tidak pernah sempurna, selalu memiliki cacat.

Kebohongan terjadi dalam berbagai aspek, termasuk diranah ekonomi dan politik.

Sejarah Indonesia sedang berada   hal yang benar bisa menjadi tampak bersalah, sedangkan yang salah dan bohong bisa tampil sebagai kampiun. [suaranasional]

Oleh: Sutoyo Abadi 
Koordinator Kajian Politik Merah Putih
Baca juga :