PENGAKUAN MENGEJUTKAN Karyawan Pribumi Soal Bentrok dengan Pekerja China

BENTROK PEKERJA SMELTER

Oleh: Budi Saks*

Dari sumber A1 seorang karyawan di lingkungan PT GNI pabrik nikel di Morowali provinsi Sulawesi Tenggara yang minta identitasnya dirahasiakan saya mendapat keterangan berikut ini via wa voice:

Bentrok antara pekerja China vs pekerja Indonesia kemaren Sabtu malam (14/1/2023) dipicu antara lain:

1. Pekerja China Tiongkok itu bodoh bodoh tidak paham pekerjaannya tapi posisi dan gaji lebih besar dari pekerja pribumi Indonesia.

2. Pekerja China mendapat gaji lebih besar dan fasilitas lebih bagus daripada para pekerja pribumi walau pangkatnya lebih rendah dari pribumi Indonesia bahkan yang asli Morowali.

3. Helm kuning China bahkan berani memerintah helm biru Indonesia.

4. Pekerja pribumi Indonesia dipaksa mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang harusnya secara job desk adalah bagian kerja para pekerja Tiongkok yang makan gaji buta cuma duduk duduk, makan minum dan perintah perintah Indonesia dengan kasar sok kuasa.

5. Akibatnya banyak terjadi kecelakaan kerja yang menimpa pekerja Indonesia bahkan hangus terbakar jadi abu.

6. Para pekerja China itu juga tak bisa berbahasa Inggris dan Indonesia sama sekali.

Maka berkumpulah para pekerja pribumi Indonesia didepan pabrik melakukan aksi damai berdemo menuntut persamaan hak dan fasilitas sampai menutup akses keluar masuk pabrik.

Akhirnya para pimpinan aksi demo diundang masuk kedalam kantor manajemen buat merundingkan jalan keluar dan menyampaikan tuntutan.

Ternyata didalam para pimpinan aksi itu dipukuli dan disiksa ramai ramai oleh para pekerja China hingga luka luka dan nyaris tewas.

Massa buruh pribumi diluar gedung mengamuk membela rekannya dan terjadilah bentrok dengan pekerja China yang didalam pabrik.

Para pekerja China Tiongkok ternyata sudah membekali diri dengan besi besi yang diruncingkan.

Akibatnya dua pekerja pribumi tewas dan satu China juga tewas dalam kerusuhan itu.

Polisi berhasil melerai keadaan dan menangkap 69 pekerja Indonesia yang dianggap provokator.

Keluarga korban meninggal tidak terima. Malamnya masyarakat Morowali dan sekitarnya terus berdatangan ke komplek pabrik.

Puluhan mobil dinas perusahaan dan alat berat dibakar massa yang marah.

Foto & Video :
1,2 dan 3 = suasana amukan masyarakat Morowali disekitar PT GNI.
4 = truck loader menurunkan para pekerja China yang sudah dipersenjatai.
5 = para pekerja China/Tiongkok dengan besi runcing sedang berjaga.

(*fb)

👇👇👇