MENUNGGU TITAH BU MEGA

MENUNGGU TITAH BU MEGA

Catatan: Naniek S Deyang*

Teman-teman suka atau tidak suka, saat ini Queen Maker Politik ini IBU MEGA. Semua orang panas dingin menunggu titah Bu Mega saat ini. 

Mengapa Bu Mega demikian power full dalam urusan politik? Pertama jelas dia punya partai satu-satunya yg lolos presidential threshold tanpa menggandeng partai lain utk mencalonkan presiden.

Dia punya kader2 partai yang loyal dan bisa menggerakan rakyat bawah. Bagaimaba tidak? organisasi2 masyarakat "keras", mayoritas di kalangan bawah hampir semua berafiliasi dengan PDIP.

Saya pernah melihat dengan mata kepala sendiri kader2nya merangkul dari mulai preman, anak2 nongkrong sampai tukang becak, kuli panggul dll. 

Mereka tau yg bicara dengan orang kecil ya harus orang kecil. Sebagai contoh saya pernah lihat, seorang kader lihat nenek2 gendong rinjing bawa sayuran, anak muda yg juga kader partai itu dengan ramah menyapa, "Mbah arep menyang pasar? Ayo tak terno.. (Mbah mau ke pasar? Ayo saya antar)," kata anak muda itu bersahabat. Yo otomatis simbah senang bukan main.

Habis itu, malam pas lagi nongkrong di warung, saya puji kader tadi dengan tindakannya. "Ya harus begitu Buk kalau mau cari massa, kita harus dekati dari hati ke hati. Nah kayak simbah tadi pagi, pas turun saya bilang, ojo lali lho Mbah mengko nek wayahe coblosan nyoblose iki ya, sambil saya tunjukin bed yg ada di jaket saya (PDIP)", kata kader dari organisasi penguasa lahan parkir di daerah.

Saya merenung, komunikasi yg sederhana, dan melakukan tindakan-tindakan yg menyentuh hati itu, ternyata yg membuat PDIP kuat di kalangan bawah, tak heran bila mereka (PDIP) terus pede memproklamirkan diri sebagai partainya wong cilik.

Kader lain? Ha..ha.. saya melihat terlalu "pinter" dan klimis, sehingga cenderung sombong malahan sama rakyat.

Wah saya malah memberikan pelajaran politik nih pagi-pagi ..

Kembali ke laptop ya, jadi banyak orang yg sekarang panas dingin menunggu TITAH Bu MEGA. Semalam dapat kabar, konon Bu Mega belum memberikan restu ke Ganjar, karena dibalik Ganjar ada orang yg punya hubungan kurang baik dengan Bu Mega. Benarkah demikian? Saya coba menghubungi teman di PDIP, kata teman tadi, memang hubungan Bu Mega dengan orang yg sekarang dibalik skenario memenangkan Ganjar-Erick, kurang mesra, karena Bu Mega merasa beliau yg membesarkan Pak Jokowi, namun orang tersebut yang malah "menikmati".

Bu Mega, masih menghitung, seandainya nanti PDIP memberikan titahnya ke Ganjar, maka dia yang harus tetap bisa "mengendalikan" Ganjar dalam hal apapun, bukan orang lain. (saya gak bisa nulis kelanjutannya😁).

"Masih ditunggu Ganjar bisa lepas nggak sama orang itu?", kata seorang teman PDIP tersebut.

Tentu kini Ganjar dan kelompoknya masih menunggu harap2 cemas "Titah Bu Mega". Padahal di Medsos beredar foto orang dibalik Ganjar tersebut sudah ngumpulin para konglomerat. 

Sementara untuk partai lain, sebetulnya Titah Bu Mega ini siapapun nanti orang yg ditunjuk Nyapres,  juga menjadi lawan yg tdk mudah dikalahkan, dan satu-satunya cara melawan PDIP dan Bu Mega ya partai lain harus bersatu.

(*fb)