GILA..!! Lihat cara mereka memfitnah Anies Baswedan secara massif terencana, menyebar berita bohong dengan membayar Instagram ads, gilee gile

[PORTAL-ISLAM.ID]  Fitnah yang dilancarkan untuk menjatuhkan Anies Baswedan bukan lagi dilakukan secara iseng, tapi sudah secara sistematis terstruktur dan massif.

Salah satu buktinya adalah mereka menyebar berita bohong tentang Anies Baswedan dengan membayar Instagram Ads.

Salah satu contoh dilakukan pada tangkapan layar di atas. Berita bohong dan fitnah terhadap Anies Baswedan dilakukan secara "Sponsored" (disponsori).

Fitnah dan berita bohong ini sekaligus untuk menutupi fakta dan mengalihkan perhatian publik dari banjir yang melanda Jawa Tengah.

Kebohongan yang disebarluaskan terkait Anies Baswedan ini memang dilakukan bukan secara serampangan, tapi tersengaja, terencana, sistematis. Bagian dari strategi kampanye lawan Anies Baswedan.

Karena ada teori menyatakan "kebohongan yang disampaikan berulang-ulang akan diterima sebagai kebenaran".

Wikipedia menyebutnya sebagai "Efek ilusi kebenaran", yaitu fenomena timbulnya kecenderungan untuk mempercayai informasi yang salah sebagai suatu kebenaran, setelah adanya proses repetisi (pengulangan).

Mungkin kelihatannya sederhana bagaimana suatu informasi memiliki efek yang besar hanya dengan repetisi. Tapi tepat seperti itulah yang ditunjukkan oleh penelitian-penelitian di bidang psikologi. Repetisi adalah metode persuasi yang paling mudah dan paling banyak digunakan. Kita bisa melihat efek repetisi ini di berbagai bidang. Di bidang politik, di dunia periklanan atau di industri media.

Para peneliti menyatakan fenomena efek ilusi kebenaran ini timbul karena adanya perasaan familier. Pada saat kita mendengar satu informasi berulang-ulang, secara otomatis informasi itu familier atau akrab dengan kita. Dan otak manusia menerjemahkan perasaan familier ini sebagai kebenaran, karena otak kita cenderung lebih mudah memproses sesuatu yang sudah kita kenali sebelumnya. Ini disebut kelancaran kognitif.