Alasan Pejuang Chechnya tinggalkan Suriah untuk Memerangi Rusia di Ukraina

[PORTAL-ISLAM.ID]  Seorang komandan Chechnya yang terkenal telah melakukan perjalanan ke Ukraina dari Suriah, dilaporkan untuk bergabung dalam perjuangan Kiev melawan pasukan Rusia yang menginvasi.

Abdul Hakim al-Shishani sebelumnya berperang di perang Chechnya tahun 1990-an melawan pasukan Rusia dan kemudian bertempur bersama jihadi melawan rezim Suriah yang didukung Moskow.

Dia terlihat di kota timur Ukraina Bakhmut pada Selasa (10/1/2023), diduga mengangkat senjata dengan pasukan lokal Ukraina.

Shishani, yang memimpin kelompok Islam Chechnya, Ajnad al-Kavkaz, meninggalkan Idlib Suriah ke Ukraina setelah “tindakan keras yang dipimpin oleh Hai’ah Tahrir Syam (HTS) dan membalas dendam terhadap Rusia,” lapor Atlas News.

“Rusia bertempur di Suriah melalui pesawat, tetapi di Ukraina, kami dapat menghadapi tentara Rusia [di darat]. Setiap musuh Rusia adalah teman kami,” ujarnya kepada wartawan, menurut Atlas News.

Al-Shishani terlibat dalam perjuangan untuk merebut Idlib dari rezim Suriah. Dia bukan anggota Al-Qaeda atau kelompok ISIS, tetapi telah berjuang bersama jihadi, lapor France 24.
Ajnad al-Kavkaz adalah kelompok otonom yang menjadi faksi Muslim terbesar dari bekas Uni Soviet yang berperang di Suriah.

HTS, sebuah kelompok oposisi yang beroperasi di Suriah, baru-baru ini menindak para pejuang Chechnya, menangkap para pemimpin dan memaksa anggotanya melarikan diri.

Baik Ukraina maupun Rusia telah mencurahkan sumber daya dan pasukan ke Bakhmut, medan pertempuran utama untuk menguasai wilayah Donbas yang dilanda perang.  (arrahmah)