Survei Indikator: Tren Suara Anies Naik, Ganjar dan Prabowo Turun | Gimana Istana Gak Panik Coba?


[PORTAL-ISLAM.ID] JAKARTA - Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terkait elektabilitas tokoh yang masuk bursa calon presiden (capres) 2024. 

Hasilnya Eks Gubernur DKI Anies Baswedan mengalamai tren kenaikan, sementara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengalami penurunan.

Survei ini dilakukan dalam jangka waktu 30 Oktober-5 November 2022. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan total 1.220 responden.

Survei dilakukan dengan tatap muka secara langsung. Margin of error survei ini kurang lebih sekitar 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyebut posisi lima teratas hasil survei ini tidak mengalami perubahan. Dengan posisi teratas Ganjar, Anies, Prabowo, Ridwan Kamil, hingga Agus Harimurti Yudhoyono.

"Temuan simulasi 10 nama menunjukkan Ganjar Pranowo tetap paling banyak dipilih, 27.2%, kemudian Anies Baswedan 23.9%, Prabowo Subianto 17.8%, Ridwan Kamil 8.9%, dan AHY 4.5%. Urutan lima teratas tetap tidak berubah dan masing-masing meningkat secara tidak signifikan," kata Burhanuddin, dalam konferensi pers, Kamis (1/12/2022).

Kemudian dari simulasi tiga nama, hasilnya Ganjar dan Anies selisihnya sangat tipis dibawah margin of error.

Burhanuddin mengatakan dalam simulasi tiga nama capres, Ganjar Pranowo mendapat angka 33,9 persen, Anies Baswedan 32,2 persen, dan Prabowo Subianto 23,9 persen. Sementara, tidak tahu atau tidak menjawab 10,0 persen. 

"Jadi tiga nama teratas kita kerucutkan, nama-nama lain kita take out, itu Ganjar Pranowo 33,9 persen, Anies Baswedan 32,2 persen, Prabowo Subianto 23,9 persen," kata Burhanuddin.

Tren Kenaikan Anies

Namun dibanding survei sebelumnya di bulan September, dari 3 besar tokoh, tren suara Anies mengalami peningkatan. Sementara Ganjar dan Prabowo mengalami penurunan.

"Berdasarkan simulasi 10 nama, hanya Anies Baswedan yang mengalami peningkatan suara sejak September 2022 dibandingkan dua pesaing utamanya. Baik Ganjar Pranowo maupun Prabowo Subianto sama-sama mengalami penurunan," ujar Burhanuddin.

Pada survei bulan September lalu, Anies masih di bawah Prabowo. Ganjar tetap paling tinggi. Anies mendapat 25,7 persen. Prabowo 29,1 persen dan Ganjar 36,2 persen.

Menurutnya, tren elektabilitas Prabowo hingga awal 2022 masih dominan. Namun, saat pertengahan tahun, tren Prabowo turun dan disalip oleh Anies.

Dikatakan, di antara tiga nama tersebut, Prabowo memiliki tupoksi paling sedikit perihal bersentuhan dengan publik. Berbeda dengan Anies dan Ganjar.

"Prabowo bukan kepala daerah dan beliau seorang menteri pertahanan yang sangat fokus pada kinerjanya. Kinerjanya juga sangat spesifik kan, lain dengan Anies atau Ganjar yang ruangnya lebih leluasa untuk tampil bersama publik," ungkap Burhanuddin.

Di saat yang sama, Prabowo sudah dipersepsikan oleh publik sebagai figur lama. Ketika tokoh baru seperti Anies muncul maka suara Prabowo menurun.

"Ini dikarenakan basis Pak Prabowo dengan Anies mirip, maka sebagian pendukung Prabowo mulai pindah terutama ke Anies, terutama lagi setelah (Anies) deklarasi," pungkas dia.

Simulasi 10 Nama:

Ganjar Pranowo 27,2%
Anies Baswedan 23,9%
Prabowo Subianto 17,8%
Ridwan Kamil 8,9%
Agus Harimurti Yudhoyono 4,5%
Khofifah Indar Parawansa 3,1%
Puan Maharani 2,3%
Sandiaga Uno 2,0%
Erick Thohir 1,0%
Airlangga Hartarto 0,9%
Tidak Tahu/Tidak Jawab 8,5%

Simulasi 3 Nama:

Ganjar Pranowo 33,9%
Anies Baswedan 32,2%
Prabowo Subianto 23,9%
Tidak Tahu/Tidak Jawab 10%

(Sumber: Detikcom, Beritasatu)

***

JADI SUDAH TAHUKAN, KENAPA KEMUDIAN ANIES DIHALANG-HALANGI SAFARI KE DAERAH-DAERAH DENGAN BERBAGAI ALASAN-ALASAN KLISE?

KARENA TREN SUARA ANIES NAIK SEJAK RESMI DEKLARASI OLEH NASDEM DAN TERJUN KE DAERAH-DAERAH.