Sentilan pedas Tere Liye untuk PLT Gubernur Heru

RECEHAN

Pejabat sementara Gubernur Jakarta, mendadak mengubah slogan Jakarta. Awalnya 'Jakarta Kota Kolaborasi', diubah menjadi 'Sukses Jakarta untuk Indonesia'.

Apa urgensinya? Wah, pejabat-pejabat ini kalau ditanya begini, jago semua ngarang-ngarang. Intinya, mereka tidak suka saja dgn slogan lama. Sesimpel itu. 

Slogan baru ini jelek. Banget. Kenapa? Karena astaga, semua kota juga bisa pakai, 'Sukses Bandung untuk Indonesia', 'Sukses Surabaya untuk Indonesia', lah, semua kota itu harus sukses untuk negaranya. Tanpa slogan saja sdh jelas. Slogan lama, lumayanlah, ada ke-khas-annya, cukup milenial, bahwa Jakarta kota kolaborasi.

Hal-hal begini lucu, loh. Sibuk menghabisi 'warisan' dari pejabat sebelumnya. Nanti besok-besok, jika Anies ini jadi Presiden, dan dia mendadak tidak melanjutkan IKN, Kereta Cepat? Kamu nanti nangis loh. Inkonsistensi super akut.

Netizen-netizen juga lucu. Mereka setuju jalur sepeda dihapus, setuju program2 Anies dihentikan. Bersorak senang saat slogan diganti. Coba besok kalau posisinya terbalik? Marah-marah deh. Urusan slogan itu receh banget. Sampai segitunya harus diganti.

Boleh-boleh saja sebuah program, proyek, atau slogan pejabat sebelumnya diganti, sepanjang itu mendesak dan jadi lebih bagus. Kalau hanya sekadar ganti slogan, kamu ngurus negara ini tolong negarawan dikit, jangan subyektif, emosional kelompok.

Jika kamu maksa mau ganti slogan ini, saran saya ganti saja jadi: 'Jakarta Anti Saham Miras!' Kalau yg satu ini jelas sekali bagus. Kontekstual.  

Begitulah politik di negeri ini. Kiri kanan sama saja. Hanya dipenuhi pejabat2 yg sibuk mengurus kekuasaannya. Mana peduli soal menjadi negarawan sejati. Sibuk janji2, tapi bohong. Semua rebutan pengin dilihat paling berprestasi, paling oke, ini eksistensi gue. Ini warisan gue. Padahal duitnya pakai duit rakyat. 

Dan netizen fansnya, kiri kanan sama saja juga, baperan, mudah tersinggung. Janji orang lain yg ditagih, eh dia ngamuk. Orang lain yg dikritik, eh dia marah. Lupa, jika kekuasaan idolanya itu dipenuhi koruptor, tukang suap, oportunis, dkk.

Baiklah, jangan lupa siap2 lapor SPT 2022. What? Kamu pajaknya juga dari duit negara? 

(By Tere Liye)

*sumber: fb