2.000 tahun yang lalu, Allah memerintahkan Maryam makan kurma segar untuk meredakan nyeri persalinan... Ilmu kedokteran saat ini membuktikan manfaatnya bagi ibu hamil

[PORTAL-ISLAM.ID]  2.000 tahun yang lalu, Allah memerintahkan Maryam A.S. makan kurma segar untuk meredakan nyeri persalinan... Ilmu kedokteran saat ini membuktikan manfaatnya bagi ibu hamil...

7 Manfaat Kurma Untuk Ibu Hamil:

1. Mencegah Anemia dan Sumber Energi
2. Menjaga Kadar Gula Darah
3. Mengatur Tekanan Darah
4. Mengurangi Sembelit
5. Ketuban Tidak Mudah Pecah
6. Mempercepat Kontraksi
7. Melancarkan Persalinan

- Kurma memiliki kalori yang tinggi sehingga bisa menjadi sumber energi bagi ibu hamil.
- Kandungan seratnya mampu membantu proses pencernaan menjadi lebih lancar. 
- Selain itu, kurma juga mampu mengurangi kadar kolesterol, mampu membuat perut kenyang sehingga berat badan menjadi ideal meskipun hamil.
- Selain itu, kurma juga mengandung zat besi yang tinggi sehingga sangat baik untuk mencegah anemia saat hamil. Hal ini karena ibu hamil rentan terhadap anemia yang bisa berdampak buruk pada janin, seperti lahir prematur hingga kematian. Adanya kandungan zat besi tersebut membuat kurma dapat menghasilkan darah yang cukup sehingga mampu mencegah anemia.
- Kurma mengandung kalium yang mampu menjaga keseimbangan air dan garam serta mengatur tekanan darah. 
-Kurma mengandung hormon oksitosin yang fungsinya untuk merangsang kontraksi rahim sehingga memudahkan proses persalinan.

Kisah Maryam melahirkan dalam Al-Quran surat Maryam 23-37:

23. Rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma. Dia (Maryam) berkata, “Oh, seandainya aku mati sebelum ini dan menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan (selama-lamanya).”

24. Dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, “Janganlah engkau bersedih. Sungguh, Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.

25. Goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menjatuhkan buah kurma yang masak kepadamu.

26. Makan, minum, dan bersukacitalah engkau. Jika engkau melihat seseorang, katakanlah, ‘Sesungguhnya aku telah bernazar puasa (bicara) untuk Tuhan Yang Maha Pengasih. Oleh karena itu, aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini.’”

27. Dia (Maryam) membawanya (bayi itu) kepada kaumnya dengan menggendongnya. Mereka (kaumnya) berkata, “Wahai Maryam, sungguh, engkau benar-benar telah membawa sesuatu yang sangat mungkar.

28. Wahai saudara perempuan Harun (Maryam), ayahmu bukan seorang yang berperangai buruk dan ibumu bukan seorang perempuan pezina.”

29. Dia (Maryam) menunjuk kepada (bayi)-nya (agar mereka bertanya kepadanya). Mereka berkata, “Bagaimana mungkin kami akan berbicara dengan bayi yang masih dalam ayunan?”

30. Dia (bayi Isa) berkata, “Sesungguhnya aku hamba Allah. Dia (akan) memberiku Kitab (Injil) dan menjadikan aku seorang nabi.

31. Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada dan memerintahkan kepadaku (untuk melaksanakan) Shalat serta (menunaikan) Zakat sepanjang hayatku,

32. Dan berbakti kepada ibuku serta Dia tidak menjadikanku orang yang sombong lagi celaka.

33. Kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku pada hari kelahiranku, hari wafatku, dan hari aku dibangkitkan hidup (kembali).”

34. Itulah Isa putra Maryam, perkataan benar yang mereka ragukan.

35. Tidak patut bagi Allah mempunyai anak. Mahasuci Dia. Apabila hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata “Jadilah!” Maka, jadilah sesuatu itu.

36. (Isa berkata,) “Sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu. Sembahlah Dia! Ini adalah jalan yang lurus.”

37. Golongan-golongan di antara mereka (Yahudi dan Nasrani) berselisih. Celakalah orang-orang yang kufur pada waktu menyaksikan hari yang sangat agung!