Salah Paham Seputar Piala Dunia 2022 Qatar

Salah Paham Seputar Piala Dunia 2022 di Qatar

1. Orang dengan prilaku seks menyimpang (LGBT) seperti penyanyi Elton John, boleh saja nonton piala dunia di Qatar, tapi mereka tak boleh memperlihatkan maskot, simbol, bendera apalagi prilaku kaum lagibete di muka umum. Jika masih nekat dan dilihat oleh polisi atau kamera CCTV, maka bersiaplah menghadapi hukuman berat sesuai syariat Islam yang berlaku di negara Qatar.

2. Bagi yang gemar mengkonsumsi minuman beralkohol, boleh saja nonton piala dunia di Qatar. Namun saat menyaksikan pertandingan sepakbola di stadion, mereka tak diperkenankan untuk menenggak miras. 

Mengutip dari The Asian Mirror, pemerintah Qatar telah mengkonfirmasi bahwa alkohol boleh disajikan di area tertentu di dalam stadion. Yaitu tiga jam sebelum kick-off dan satu jam setelah peluit akhir, tetapi tidak selama pertandingan berlangsung. 

Miras berbagai jenis juga tersedia di hotel, cafe atau bar yang telah mendapat lisensi dari pemerintah Qatar. Silahkan mabuk sampai teler di tempat-tempat tertentu. Namun jika menenggak miras di area publik, siap-siap saja terkena denda lumayan besar. Tak bisa bayar, ya masuk penjara. 

Menu makanan yang terbuat dari daging babi pun pastinya disediakan di tempat-tempat tertentu. Tim sepakbola yang gemar mengkonsumsi daging babi tak perlu khawatir. Pork chop, pork belly, available as you wish

3. Yang sudah pasti gak ada dalam piala dunia tahun 2022 ini adalah tontonan wanita berlenggak-lenggok di depan publik hanya dengan mengenakan bikini. Jangan harap kamera televisi akan menyorot wanita berbusana seperti Shakira lagi joget-joget di tribun penonton. 

Apakah wanita gak dibolehin nonton pertandingan piala dunia secara langsung di stadion? Boleh-boleh saja kok. Tidak harus berhijab, yang penting busana yang dikenakan tergolong sopan. Kaos dan celana jeans ketat masih diperbolehkan. Tapi kalau nyaris telanjang menampakkan aurat bagian paha dan dada, ya lu bakal diseret kekantor polisi. Bayar denda atau dipenjara.

4. Untuk pertama kalinya, warga Negara Israel diperbolehkan memasuki Qatar untuk menonton secara langsung perhelatan piala dunia 2022. 

Namun seluruh website booking hotel di Qatar telah menghapus nama Israel lalu diganti dengan Palestinian Territory, Occupied. Kesan politisnya jelas sekali, bahwa Qatar sampai saat ini masih menganggap negara zionis itu sebagai penjajah tanah warga Palestina. 

Warga Negara Israel jelas dongkol dengan hal tersebut, banyak pula yang berencana memboikot perhelatan piala dunia 2022 itu. Tapi pemerintah Qatar acuh tak acuh. 

"Lu mau nonton piala dunia, ikuti aturan gue. Gak mau nonton, ya gak papa. Gue juga gak bakal miskin kalau lu gak jadi datang."

Hehehe.... enak yak jadi Negara kaya, mereka bebas menentukan aturan, tak tunduk pada tekanan atau paksaan dari pihak manapun. 

Terkait konsumsi makanan dan minuman haram, menurut gue Qatar sudah cukup toleran. Mereka paham kok kalau beberapa tim sepakbola dan suporter suka mengkonsumsi bir atau daging babi. 

Namun beberapa prinsip dan aturan dalam syariat Islam memang tak bisa dilanggar. Lagipula Qatar gak nyari cuan dalam perhelatan piala dunia tahun 2022 ini. Mereka sudah kaya raya dari hasil jualan minyak bumi. 

(By Ruby Kay)