Piers Morgan: Jangan Munafik Kritik Qatar Tuan Rumah Piala Dunia

[PORTAL-ISLAM.ID]  Presenter ternama Inggris yang baru saja melakukan wawancara kontroversial bersama Cristiano Ronaldo, Piers Morgan, mengkritik negara-negara yang secara terang-terangan menganggap Qatar tidak pantas menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Qatar mendapat banyak kritikan jelang Piala Dunia 2022. Mulai dari dugaan suap menjadi tuan rumah, kritik terkait Qatar melarang LGBT, hingga dugaan pelanggaran HAM pekerja migran.

Timnas Jerman, Inggris, Australia, hingga Amerika Serikat akan melakukan 'kampanye' saat menjalani pertandingan Piala Dunia 2022 untuk menunjukkan dukungan terhadap kaum LGBT hingga pekerja migran. Salah satunya menggunakan ban kapten pelangi.

Namun Morgan menganggap negara yang mengkritik Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 sebagai tim-tim munafik. Morgan menganggap tidak ada negara peserta di Piala Dunia 2022 yang pantas menjadi tuan rumah jika menggunakan kritikan yang sama didapat Qatar.

"Saya akan pergi ke Qatar. Saya menjadi pundit (komentator) untuk Fox, di grup [B] yang melibatkan Amerika Serikat dan Inggris, karena acara saya tayang di Amerika dan Inggris, jadi kenapa tidak saya pergi ke Qatar?" ujar Morgan dalam wawancara dengan The News Agents.

"Saya menemukan banyak washing debate (debat sok suci) ini dicampur dengan banyak kemunafikan, maksud saya, saya menulis kolom minggu lalu di mana saya membahas semua masalah yang dimiliki 32 negara di Piala Dunia 2022," ucap Morgan.

Morgan kemudian menjelaskan masalah-masalah yang terjadi di negara peserta Piala Dunia 2022, yang membuat negara-negara itu juga tidak pantas menjadi tuan rumah.

"Misalnya ada delapan negara, itu seperempat negara di Piala Dunia 2022, melarang homoseksualitas. Anda tahu, itu artinya satu dari empat negara. Jadi jika Anda akan menggunakannya sebagai tongkat untuk menghajar Qatar, Anda juga harus melakukannya terhadap tujuh negara lainnya, maka Anda tidak memiliki Piala Dunia."

"Dan jika Piala Dunia 2022 tidak di Qatar, yang merupakan negara Timur Tengah pertama yang menjadi tuan rumah, di mana Piala Dunia digelar? Apakah ke Afrika, di mana banyak negara menjadi homoseksual adalah ilegal. Apakah Piala Dunia 2022 digelar di sana? Jadi kita harus mengesampingkan benua itu," ucap Morgan.

Lebih lanjut Morgan menyebut Amerika Serikat dan Inggris, dua negara yang paling keras mengkritik Qatar, juga tidak pantas menggelar Piala Dunia.

"Apakah Piala Dunia harus ke Amerika? Yang memiliki undang-undang yang agak kejam tentang aborsi, yang merupakan peraturan sangat buruk dibanding, misalnya, di Inggris?" ujar Morgan.

"Dengan kata lain, begitu Anda mulai menempatkan lingkaran moral, siapa yang cukup bersih secara moral untuk benar-benar menjadi tuan rumah Piala Dunia? Apakah kita [Inggris], negara yang secara ilegal menginvasi Irak, yang kemudian memulai 20 tahun teror oleh ISIS? Apakah kita cukup bersih secara moral untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia? Maksud saya itu penuh dengan kemunafikan," kata Morgan.

Piala Dunia 2022 di Qatar akan digelar dari 20 November hingga 18 Desember 2022.