Mengapa Qatar Mau Menghabiskan $220 Miliar Untuk Puala Dunia?

Mengapa Qatar Mau Menghabiskan $220 Miliar Untuk Puala Dunia?

Qatar menghabiskan $220 miliar untuk Piala Dunia FIFA 2022. Mari kita lihat alokasi pengeluarannya untuk mendapatkan gambaran yang jelas. 

Total $48 miliar dihabiskan untuk membangun stadion ber-AC (sementara pembangunan IKN membutuhkan dana $33 miliar), $77 miliar untuk fasilitas buat penggemar sepak bola dan pemain dari seluruh dunia, dan $45 miliar untuk pengembangan Lusail City. Qatar juga telah menyisihkan $50 miliar untuk meningkatkan infrastruktur transportasi, termasuk pembangunan sistem kereta api dan metro baru. Jaringan kereta api 85 kilometer tengah dibangun sebagai bagian dari proyek $3miliar, yang akan terdiri dari jaringan Pantai Timur, jaringan berkecepatan tinggi, jaringan barang, dan sistem kereta api ringan. 

Pemerintah Qatar juga telah menghabiskan US $17 miliar untuk memperluas hotel dan kapasitas penampungan para tamu Piala Dunia sebanyak 80.000 kamar, melampaui kebutuhan FIFA 60.000 kamar. Gerbang transit utama untuk membanjirnya pelancong akan menjadi Bandara Internasional Doha yang baru, yang sekarang sedang mengalami ekspansi $11 miliar.

Padahal sebelumnya Qatar diembargo sejak 2017 oleh Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain di udara, air dan laut. Namun ia tak goyah. 
Kenapa Qatar mau jor-joran menghabiskan dana sebanyak itu?

Orang hanya menganggap bahwa Qatar memiliki keterikatan khusus terhadap olahraga. Qatar telah berhasil menyelenggarakan sejumlah acara olahraga internasional, seperti  Asian Games. 

Namun, jawaban yang sebenarnya adalah bahwa itu adalah negara kaya yang mampu mengadakan peristiwa besar seperti itu. 

Faktanya, pemerintah Qatar selalu mencari cara baru untuk mendiversifikasi ekonominya, dan menjadi tuan rumah bagi acara dan konferensi internasional adalah salah satunya. Piala Dunia adalah acara utama di seluruh dunia yang memiliki dampak ekonomi yang signifikan pada tuan rumah. Karena itu, Qatar ingin menjadi tuan rumah acara ini.

Faktor utama lainnya adalah bahwa PDB Qatar akan menunjukkan kenaikan yang nyata. Produksi, pendapatan, dan pengeluaran semua akan meningkat ketika PDB Qatar meningkat. 

"Ekonomi diperkirakan akan berkembang sebesar 3% dalam jangka menengah, dibantu oleh investasi berkelanjutan yang terkait dengan menjadi tuan rumah Piala Dunia Sepakbola," demikian menurut statistik Bank Dunia. 

Selain itu, diprediksi akan ada peningkatan investasi di negara ini, karena sejumlah besar pengunjung yang kembali ke Qatar dan meningkatnya tingkat pekerjaan akan meningkatkan kondisi kehidupan penduduk negara itu. Qatar akan menarik beberapa perusahaan lokal dan internasional untuk berinvestasi di berbagai proyek baru sebagai hasil dari menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Pengembangan infrastruktur untuk tujuan menampung dan menghibur tamu akan memberi negara itu beberapa manfaat ekonomi. 

Qatar memperkirakan bahwa menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA akan menghasilkan penciptaan lebih dari 1,5 juta pekerjaan baru di industri besar seperti konstruksi, real estate, dan keramahtamahan. 

Penting juga untuk disoroti bahwa manfaat yang diprediksi dari menjadi tuan rumah Piala Dunia tidak hanya mencakup acara itu sendiri, tetapi juga kesempatan untuk mempromosikan sektor pariwisata Qatar.

Nah bila Qatar mau gila-gilaan, masak sekelas Pemko tak bisa mengurus jalan-jalan penuh lubang, memperbaharui pengelolaan sampah dengan truk bertangan robot, atau pembelian truk penyapu jalan (bukan hanya manual dengan sapu lidi) yang biayanya tak sebanding dengan pembangunan IKN, apatah lagi biaya penyelenggaraan Piala Dunia 2022 di Qatar? 

Wake up your mind, dude.

(By Donny Syofyan)