Katanya NKRI Harga Mati tapi Tokoh OPM Pelaku Makar Malah Dikasih Simpati, Giliran Sesama Muslim Yang Beda Radikal Radikul

[PORTAL-ISLAM.ID]  Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan ungkapan belasungkawa atas meninggalnya tokoh Organisasi Papua Merdeka (OPM) Filep Karma.

Filep Karma atau Filep Jacob Semuel Karma ditemukan tewas di Pantai Base-G, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua, Selasa (1/11/2022) pagi.

Melalui akun twitternya, Yahya Cholil Staquf mengenang Filep Karma sebagai pejuang kemanusiaan dan kesetaraan.

“Selamat jalan kawan, pejuang kemanusiaan dan kesetaraan,” tulis Gus Yahya, Rabu (2/11/2022).

Tak hanya menyampaikan duka cita sebagai pribadi, Gus Yahya berbelasungkawa atas nama PBNU.

“Pengurus Besar Nahdlatul Ulama turut berduka cita atas wafatnya Filep Jacob Semuel Karma,” tertulis dalam poster yang diunggah akun twitter @YahyaCStaquf.

Simpati Ketua Umum PBNU terhadap Tokoh Papua Merdeka ini sayang disayangkan sejumlah pihak.

"ini atas nama PBNU memberi ucapan dukacita utk tokoh separatis? Disebutnya kurang komplit bung, bukan Tokoh Papua tapi Tokoh Papua Merdeka, dan pernah divonis melakukan makar oleh pengadilan.  Gini kok ngaku paling NKRI," komen Benny Ohorella @ohorella_b.

"NKRI harga mati tapi pelaku makar dikasih simpati! Gile lu ndro!" sentil @bozzvanc1.

Bahkan di peti mati Filep Jacob Semuel Karma ini yang disematkan bukan bendera Merah Putih, tapi bendera Papua Merdeka.