Soal Ferdy Sambo Penembak Pertama Brigadir J, Kapolri-Kabareskrim Beda Pendapat, Piye Jal?

[PORTAL-ISLAM.ID]  Kabareskrim Komjen Agus Andrianto beda pendapat dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait siapa penembak pertama Brigadir Yosua Hutabarat (Brigadir J). 

Apabila Kapolri Sigit dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR menyampaikan indikasi Ferdy Sambo penembak pertama, Kabareskrim memiliki penilaian sebaliknya, Bharada E penembak pertama koleganya sesama ajudan Kadiv Propam.

Kabareskrim Agus menyebutkan, rilis video animasi peristiwa penembakan dari Polri merupakan peristiwa sesungguhnya pada 8 Juli 2022 di rumah dinas Kadiv Propam Polri. 

Video tersebut menggambarkan Bharada E sebagai penembak pertama sedangkan Ferdy Sambo penembak terakhir. 

Sementara Kapolri dalam rapat kerja di Komisi III menyatakan, Bharada E mengakui melihat Brigadir J sudah bersimbah darah dihadapan Ferdy Sambo.

“Yang benar di animasi,” kata Agus kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (31/8/2022).

Penggambaran dalam video animasi berdasarkan hasil rekonstruksi di rumah dinas Kadiv Propam Polri, yang berlangsung pada Selasa (30/8/2022). 

Video yang berdurasi 2.05 menit menampilkan Ferdy Sambo berteriak memerintahkan Bharada E untuk menembak Brigadir J. “Woy kamu tembak, kau tembak cepat, cepat woy kau tembak,” teriak Sambo.

Pada saat itu, Bharada E menembak Brigadir J sebanyak tiga atau empat kali di area bahu kanan dan menyasar ke dagu Brigadir J yang sempat diiringi dengan tepisan lengannya. Akhirnya, Brigadir jatuh tersungkur di samping tangga dengan posisi tertelungkup bersimbah darah. Lalu, video tersebut memperlihatkan Ferdy Sambo yang menembak Brigadir J ke arah belakang kepala.

Menurut Kabareskrim, situasi tersebut berdasarkan keterangan Bharada E yang sudah dua kali membuat pengakuan tertulis. 

“Keterangan awal E begitu. Yang bersangkutan menuangkan di kesaksian. 2 kali yang bersangkutan menuangkan pengakuan tertulis yang kedua itu yang dituangkan dalam BA (berita acara) Pemeriksaan yang bersangkutan,” jelas Agus.

Sementara Kapolri Sigit, ketika menghadiri rapat kerja di Komisi III DPR pada Rabu (24/8/2022) yang lalu menyebutkan bahwa Bharada E (Richard Eliezer/RE) melihat Yosua Hutabarat sudah terkapar bersimbah darah, di hadapan Ferdy Sambo, sebelum diinstruksikan untuk menembak. 

“Saudara Richard (Bharada E) menyampaikan bahwa melihat almarhum Yosua terkapar bersimbah darah. Saudara FS berdiri di depan dan memegang senjata lalu diserahkan kepada saudara Richard,” kata Sigit.

(Sumber: Inilah)

[VIDEO Animasi Rekonstruksi]