BUNUH DIRI

Sedih rasanya mendengar seorang ibu di Sulawesi membunuh kedua anaknya. Setelah itu ikut menyusul bunuh diri. Dan itu semua gara-gara terlilit hutang pinjol.

Entah berapa jumlah hutangnya. Dan entah berapa bunganya. Sampai dia begitu nekat mengakhiri hidupnya. Dan dia sadar bahwa perbuatannya adalah termasuk dosa besar. Sehingga dia berpesan kepada suaminya agar hanya menunggu kedua anaknya di surga, tapi tak usah menunggu dirinya. Dia faham bahwa ancaman dosa bagi para pelaku bunuh diri.
Saya sedih mendapati fakta bahwa pelaku bunuh diri itu sudah faham tindakannya akan berakibat fatal di akhirat. Mungkin karena saking depresinya atau saking tak tau jalan keluarnya, maka dia memutuskan suicide

Juga menggambarkan betapa mengerikannya jeratan hutang. Entah sudah berapa orang yang memutuskan suicide gara-gara hutang. Dan biasanya mereka terjerat hutang itu karena benar-benar untuk memenuhi kebutuhan, bukan untuk memenuhi gaya hidup.

Andai para pelaku bunuh diri itu faham betapa azab di akhirat itu tak berhenti meski hanya sedetik, mungkin mereka akan berfikir ulang. Andai mereka mau mendengarkan kajian sejenak tentang pedihnya azab di alam barzah ataupun di neraka, pasti mereka tak mau suicide. Karena ancamannya tidak main-main, yaitu neraka.

"Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Alloh adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Alloh." (QS. An-Nisaa : 29-30).

"Barangsiapa yang membunuh dirinya dengan sesuatu, maka ia akan diazab dengan hal tersebut di hari kiamat." (HR. Bukhari)

Seberat apapun permasalah hidup kita, jangan pernah sekalipun memutuskan bunuh diri. Karena sesungguhnya bunuh diri bukanlah akhir dari masalah, tapi justru awal dari masalah abadi selamanya.

Bunuh diri hanyalah mengakhiri masalah di dunia. Tapi penyebab masalah yang menyebabkan kepedihan abadi. Tak hanya kepedihan fisik karena siksa tetapi juga kepedihan psikis. Karena dia akan sslalu menyesali keputusannya yang berdasarkan emosi sesaat. 

Ketika sedang ditimpa masalah sebaiknya memang segera bersujud kepada Alloh. Dan mencari orang yang tepat untuk menumpahkan semua isi hati.  Percayalah akan selalu ada jalan keluar ketika kita sudah memasrahkan diri pada-Nya...

(Widi Astuti)