Agustinus: Kita gugat pemerintah, kenapa kenaikan BBM menjadi satu-satunya solusi untuk menyelamatkan APBN

BREAKING NEWS: Harga BBM Naik!

Catatan: Agustinus Edy Kristianto

Kata berita-berita: subsidi bukan buat orang kaya, nanti orang miskin dapat BLT, yang ribut mau tunggangi isu BBM.

Yeah! Padahal simpel: kalau kita sekaya Boy Thohir, ngapain ribut BBM naik!

1. Harga minyak dunia turun 23% sejak 14 Juni 2022. Gak tahu kenapa;

2. Kata Laporan Keuangan Pertamina Tahun 2021, kompensasi Direksi Pertamina Rp221,5 miliar (kurs Rp15 ribu) dan Komisaris Pertamina Rp240,7 miliar. 

Direksi ada 6 orang, berarti Rp36,9 miliar/tahun alias Rp3 miliar/bulan; Komisaris ada 7 orang, berarti Rp34,3 miliar/tahun alias Rp2,8 miliar/bulan.

Gak usah pusing itu pos gaji atau tunjangan, toh bukan kita yang nikmati!

3. GOTO, meskipun akumulasi ruginya Rp92,7 triliun padahal dikasih Rp6,4 triliun sama Telkomsel, tapi kenaikan gajinya 103% dibandingkan 30 Juni 2021. Angkanya Rp7,4 triliun, jumlah karyawan 9.000-an orang---rata-rata Rp60 jutaan/bulan/orang.

Kekayaan total Boy Thohir (kakak menteri BUMN sekaligus pemilik GOTO) per Desember 2021 Rp37 triliun (US$2,6 miliar). 

190 juta orang sudah mengunduh aplikasi GOTO dan terekam dengan baik riwayat gerak-geriknya dan dapat dijadikan big data untuk menganalisis perilaku/basis data calon pemilih dalam pemilu nanti. Kalau mau menang, harus gandeng dia, dong!

Ojol, jelas, pusing.

4. Solusi paling 'masuk akal' untuk merespons BREAKING NEWS saat ini adalah membuat nyata apa yang disampaikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto ketika masih menjadi 'oposisi' yang menolak kenaikan harga BBM semasa Presiden SBY: 

(a) kita gugat pemerintah, kenapa kenaikan BBM menjadi satu-satunya solusi untuk menyelamatkan APBN;

(b) kalau kita lihat agresivitas pemerintah dalam memberikan penjelasan, dapat kita tangkap bahwa tujuan utama pemerintah adalah untuk mencabut subsidi untuk rakyat;

(c) MK sudah jelas. BBM dikelola negara, dikuasai negara. Jadi kita lihat subsidi secara menyeluruh. Contoh pemberantasan korupsi. APBN kita Rp1.200 triliun, 20%-nya dikorupsi. Kalau SBY berani berantas korupsi, termasuk di internalnya sendiri, penghematannya Rp200 triliun;

(d) dari pajak. Lebih dari Rp2.000 triliun terjadi dari transfer pricing. Kalau ini pemerintah tegas, kenaikan BBM tidak diperlukan;

(e) pemerintah harus kreatif menggunakan segala cara untuk penghematan tadi.

Salam Petugas Partai

*fb