Siap Melaju

Siap Melaju

Oleh: Abrar Rifai

Gemuruh itu akhirnya menyambangi KPU. Riuh pekik para kader disertai aura semangat para fungsionaris, benar-benar bergelora sepanjang hari kemarin. 

Lautan biru tosca mengelilingi kantor KPU, laksana lautan dalam dikelilingi bebukitan yang tumbuh di teluk Raja Ampat, Papua. 

Semua kader saling berkirim kabar di berbagai platform media sosial. Di darat pun mereka saling bahu membahu agar pendaftaran Partai Gelombang Rakyat Indonesia ke KPU berjalan sukses. 

Tak hanya sukses, tapi Anis Matta ingin berkirim pesan kepada para elit ataupun rakyat alit, bahwa gerbong yang akan dinaiki anak Bangsa pada Pemilu 2024 nanti, telah siap dan layak untuk melesat menuju stasiun harapan. 

Anis Matta, Fahri Hamzah dan para penggerak utama Partai Gelora memang totalitas. “Tumbuh atau lumpuh!” seru Anis Matta yang ditulis di laman FB-nya. Ditulis dengan huruf kapital, sebagai bentuk penekanan dan keseriusan. 

Iya! Anis Matta memang sangat serius mendirikan Partai Gelora dan memenangkannya pada perhelatan Pemilu yang akan datang. 

Anis Matta yakin bahwa Partai Gelora akan sanggup bicara dan bahkan menciptakan gemuruh gelombang. Bersama karibnya, Fahri Hamzah, ia tak henti melecut orang-orang yang membersamainya untuk bekerja keras menjulangkan semua potensi yang dimiliki. 

Apakah Gelora akan sukses? ”Kita meyakini itu!” tegas Anis Matta pada sebuah bincang antara saya dengannya. 

“Semua celah kegagalan, kita harus tutup rapat!” 

Namun Anis Matta pun menyadari bahwa tugas manusia adalah berupaya. Sedang hasil adalah mutlak ada pada genggaman Allah Al-Jabbar. Maka, kalau kemudian kelak Partai Gelora gagal, itu adalah buah perjuangan yang harus kita sesap bersama. Pahit memang. 

Tapi, kita telah mencari lahan yang paling subur, di tengah-tengah Negeri. Kita tarik dari kanan jauh menuju tengah, namun tidak bablas sampai ke kiri. Tapi kalau ada potensi kesuburan di kiri, pun tetap harus kita gali! 

“Karena itulah, kita ada bukan untuk kalah. Tapi kita berhimpun hanya untuk menang!” tegas lelaki yang pernah menjadi ideolog utama PKS tersebut. 

Anis Matta punya pikiran besar. Punya kemampuan bergaul dengan beragam orang. Islam politik yang merupakan asal dirinya, tidak menjadi horor bagi kalangan Islamophobia yang selama ini selalu menahan laju kalangan islamis untuk memimpin Negeri. 

Fahri Hamzah telah menjadi rujukan banyak tokoh dan media untuk berembug segenap persoalan Bangsa. Suka tidak suka, lawan ataupun kawan, mengakui rasionalitas dan kejujuran lelaki Sumbawa ini dalam mengurai benang kusut Negara. 

Maka, duet Fahri dan Anis, saya yakini akan membawa Gelora menjadi alternatif pilihan rakyat pada 2024 di tengah segenap pragmatisme yang dianut oleh nyaris semua pimpinan partai hari ini. 

Bergabungnya orang-orang baru --bukan eks PKS, menandakan bahwa Anis, Fahri dan kawan-kawan sanggup keluar dari stigma yang melekat pada orang-orang PKS sebagai gerakan Islam puritan yang akan mengacau keragaman Indonesia. 

Terus semangat, Pak Anis, Bro Fahri, Kang Mahfudz, Bang Irel dan kawan-kawan semua. Ketika semua upaya telah dilakukan, segenap bongkahan batu sepanjang jalan sudah ditanam, ragam kerikil dan duri pun telah disingkirkan, saatnya kelak melaju di jalan bebas hambatan dengan kecepatan 200 KPJ! 

(*)