SANG JUARA DUNIA PENCAK SILAT DARI PONOROGO

SANG JUARA DUNIA DARI PONOROGO

“Setiba saya di Malaka-Malaysia, berat badan saya hanya 107 kg, padahal berat badan untuk bisa tanding di kelas saya minimal 110 kg. Sehingga saya harus menambah berat badan minimal 3 kg di sisa hari sebelum pertandingan,” kenang Aji Bangkit Pamungkas, pesilat yang baru saja menyabet medali emas dalam Kejuaraan Dunia Pencak Silat 2022 di Malaysia.

“Di antara para pesilat yang bertarung di kelas 110 kg, berat badan saya yang paling ringan. Pesilat dari Aljazair 118 kg, yang dari Turkmenistan 123 kg, bahkan pesilat Thailand yang menjadi lawan saya di babak final berat badannya mencapai 130 kg,” sambung pesilat kelahiran Babadan Ponorogo di sela-sela jamuan makan siang.

Yang sangat khas dari pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) ini adalah sikap santunnya terhadap orang lain, terutama orang yang lebih tua usianya. 

“Aji Pamungkas ini pesilat juara dunia yang paling sopan yang pernah ada,” seloroh Bupati Ponorogo. 

“Karena itu saya ucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru dan pelatih yang telah melahirkan juara dunia pencak silat yang sangat santun,” lanjut pria yang akrab dipanggil Kang Giri itu.

Perjalanan Aji menjadi juara dunia sungguh tidak mudah. Selain harus menambah bobot badannya seberat 3 kg, Aji juga harus menahan sakit akibat cedera lamanya kambuh. 

“Untungnya pesilat Thailand yang jadi lawan saya di babak final juga mengalami cedera sehingga alhamdulillah saya bisa menumbangkannya,” ungkap pesilat yang juga meraih medali emas dalam Asian Games 2018 itu.

“Semoga kedepannya nanti akan lahir dari Bumi Reog ini Aji-Aji baru yang mengharumkan nama Ponorogo dengan menjadi juara dunia tapi tetap rendah hati, menjadi juara Asian Games namun tetap santun,” harap Kang Bupati Sugiri Sancoko di penghujung sambutannya.

(Mas Hamy)