Jokowi Ngeluh Subsidi BBM, RR: Bayar Cicilan Utang Rp400 T dan Bunga Rp405 T Ndak Ada yang Ngeluh tuh!

[PORTAL-ISLAM.ID]  Rizal Ramli melontarkan pernyataan bernada sindiran melalui akun Twitternya, Minggu (14/8/2022). Ia menyinggung soal bayar cicilan utang dan bunga oleh Pemerintah tanpa mengeluh. Namun mengapa menanggung subsidi BBM mengeluh?

"Bayar cicilan pokok utang Rp 400 Trilliun, dan cicilan bunga utang Rp 405 Trilliun per tahun ndak ada yg mengeluh tuh. Itu lebih besar dari anggaran pendidikan atau biaya gaji PNS & TNI," kata Rizal Ramli.

"Kok now ada yg mengeluh ttg subsidi rakyat (Rp520T, termasuk inefisiensi PLN & Pertamina)?" imbuhnya.

Meski tidak menyebut kepada siapa sindiran itu ditujukan namun banyak netizen paham siapa yang dimaksud.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya mengatakan tidak ada negara yang memberikan subsidi bahan bakar minyak (BBM) seperti Indonesia, sebesar Rp502 triliun.

Kepala negara itu pun mempertanyakan kesanggupan APBN menanggung subsdi BBM hingga Rp502 triliun.

"Apakah angka Rp502 triliun itu terus kuat kita pertahankan? Kalau bisa Alhamdulillah artinya rakyat tidak terbeban, tetapi kalau APBN tidak kuat bagaimana?" ujar Jokowi di Istana Kepresidenan, Jumat (12/8).

Ia juga mengatakan harga BBM di negara lain sudah naik dua kali lipat sekitar Rp17 ribu hingga Rp18 ribu per liternya.

Jokowi juga menyampaikan telah berdiskusi dengan pejabat lainnya, termasuk Ketua MPR Bambang Soesatyo dan Ketua DPR Puan Maharani mengenai pendapatan negara yang berasal dari komoditas.

"Kami menyampaikan ke beliau-beliau mengenai angka-angka itu fakta-fakta itu kalau kita masih ada income negara dari komoditi, komoditas masih baik ya kita jalani, tapi kalau tidak?" ujar Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi juga mengatakan tidak ada negara yang sanggup menyubsidi BBM hingga seperti Indonesia.

Jokowi berkata masyarakat patut bersyukur dengan keadaan Indonesia saat ini. Dia menyebut hal itu terjadi karena pemerintah masih memberlakukan subsidi untuk BBM.

"Perlu kita ingat subsidi terhadap BBM sudah terlalu besar dari Rp170 triliun sekarang sudah Rp502 triliun. Negara mana pun tidak akan kuat menyangga subsidi sebesar itu," kata Jokowi seperti dilansir cnnindonesia.com.[netralnews]