2 Kasus Sambo

Berita soal Kasus Sambo

Oleh: Kardono Ano Setyorakhmadi

SEORANG kawan baru saja njapri. Bertanya, “ini kabarnya ada seorang bintang satu yang jadi tersangka juga ya?” Terus kemudian, dia menyertakan sejumlah link. Terus kemudian bertanya sejumlah hal yang membuat saya bingung.

Fenomena ini memang biasa terjadi pada kasus besar. Kadang media online, karena dikejar deadline dan kuantitas berita, memasukkan saja informasi yg ada, mengkonfirmasinya, dan jadilah berita. Sehingga kadang tercampur menjadi spekulasi yang diberi konfirmasi.

Memang perlu agak lebih jeli untuk membaca link berita yang banyak agar mendapatkan gambaran utuh. Ini dari sejumlah link berita benernya bisa didapatkan sejumlah kesimpulan, yang tinggal menunggu konfirmasi resminya. Inilah kesimpulannya:

Secara garis besar, ada dua perkara yang ditangani simultan. Berkaitan, tapi benernya ada dua perkara: yakni pembunuhan Brigadir J dan perkara perusakan barang bukti.

(1) Soal Pembunuhan

Jadi jika teman-teman jeli memilah berita, ada lima orang yang diidentifikasi berada di TKP saat eksekusi. Irjen FS (Ferdy Sambo), Bripda RR, Bharada E, Brigadir HS, dan K (asisten rumah tangga). 

Untuk kasus pembunuhan murni, maka tersangkanya maksimal lima. Jika sementara yg sudah resmi disampaikan ada dua (Bharada E dan Bripda RR), maka tinggal tiga. Irjen FS sudah pasti ditetapkan (hanya waktunya kapan diumumkan yg belum tahu). Kemudian menyusul Brigadir HS dan K. Kenapa belum diumumkan, ya mungkin keberadaannya masih dicari, atau masih kabur, misalnya.

Memang masih ada kemungkinan tambahan tersangka lagi, karena pasal yg ditetapkan kemungkinan 340 (Pembunuhan Berencana). Nambahnya mungkin saja dalam pendalaman, FS kemudian bilang dia melakukan perencanaan A, B, dan C, dan dalam persiapan itu dia dibantu oleh D, E, dan F, misalnya.

(2) Soal Perusakan Barang Bukti dan TKP

Di sinilah yg akan banyak yang tersangkut. Karena mereka-mereka ini yang membantu mengaburkan TKP dan merusak barang bukti. Jadi, jika ada kabar jenderal bintang satu akan kena, dan sebagainya, maka kaitannya kemungkinan besar dari perkara ini.

Mungkin ada yg dipecat plus pidana, mungkin ada yg dipecat saja, mungkin ada yg disidang, atau hanya di-patsus-kan saja. Tergantung derajat keterlibatannya.

Soal Motif

Saya tak berandai-andai, dan hanya memperkirakan saja. Berdasar dari sikap FS, dan pernyataan PC (istri FS) kemarin saat berkunjung ke Mako Brimob, kemungkinan besar FS tetap akan menyebut pelecehan. 

Meski ada spekulasi soal asmara terlarang, tetap saja nyaris tidak bisa dibuktikan. Karena sumber pembuktian kemungkinan besar hanya dari pengakuan FS saja, dan akan dikuatkan oleh PC, istrinya. Tentu tidak mungkin dong (kalaupun, misalnya soal asmara ini benar), PC berkata bahwa pangkal permasalahan ini adalah soal asmara. Juga kecil kemungkinan FS akan berkata bahwa semuanya ini karena dia cemburu. 

Motif ini juga bisa menjadi semacam benteng psikologis, terutama untuk PC agar bisa bertahan menghadapi dunianya yang runtuh di sekelilingnya.

Selain itu, motif pelecehan juga akan bisa menjadi faktor yang meringankan di persidangannya kelak. 

Nah, sebenarnya kasus ini sederhana. Yang membuat rumit adalah tafsiran-tafsirannya. Terutama setelah hal yang membuat drama, yakni Irjen FS yang dibantu oleh gerbongnya dicopot dan dilucuti kewenangannya. Sehingga narasi “pelecehan berujung baku tembak” yang dibuat dan hendak disampaikan ke masyarakat melalui seorang konsultan media, gagal total…

Jadi tampaknya drama kasus ini yang sudah berjalan sebulan tampaknya segera usai…

(fb)