BIADAB...!! Bocah SD di Tasikmalaya Meninggal Usai Dipaksa Teman-temannya Setubuhi Kucing Sambil Direkam

Kita orang tua gagal?

Anak ini kelas 5 SD, usia 11 tahun. Dia menjadi korban bully hebat dari 'teman2nya' sendiri. Dipukul, dihina, ditertawakan, hingga pada satu titik, anak ini dipaksa 'teman2nya' utk menyetubuhi kucing lantas direkam oleh 'teman2nya'. Bayangkan situasi tersebut. Bagaimana mungkin anak2 kecil bisa melakukan perundungan sekejam dan semengerikan ini?

Sejak kejadian tsb, anak ini mengalami trauma hebat, hingga akhirnya meninggal. Kalian bisa membaca berita ini di Kompas


Jangankan mengalaminya sendiri, bahkan membaca berita ini cukup utk memberikan efek traumatis. Duh Gusti, kok bisa anak2 kecil melakukan perundungan sehebat ini? Kemana orang tuanya? Kemana guru2nya? Kemana orang2 dewasa di sekitarnya? Tidakkah mereka bisa bergegas mencegah kejadian ini sebelum serius?

Entahlah.

Susah menjawabnya. Karena kalau sudah tiba di pertanyaan ini, mendadak semua orang sibuk membela diri.

Untuk kemudian baiklah, mari buka HP dulu ah, buka gadget dulu ah, scroll, scroll, klik, klik. Sementara itu, anak2 dipersilahkan saja bawa motor ke sekolah, padahal masih SD, SMP. Scroll lagi deh, klik, klik, nonton orang2 joget.

Sementara itu anak2 kita bodo amat jika mereka bicara dgn kosakata jorok, dll. Jangan tanya apakah mereka ngaji tidak hari ini. Scroll, scroll, klik, klik. Nonton orang pamer dulu ah, wuih rumahnya bagus, mobilnya mewah, wuih wuih.

Sementara itu anak2 kita mau nonton apapun di luar sana bodo amat. Mau mem-bully siapapun, mau merusak siapapn. Bahkan jika nilai2 mereka tdk jelas, bodo amat.

Mending buka HP dulu ah, buka gadget, scroll, scroll, klik, klik. Menatap layar HP. Sibuk nih, banget, mana sempat sih ngurusin anak2.

Sy sibuk, sibuk main HP.

Sungguh, mungkin sudah saatnya kita bertanya ke masing2, jangan2 kita itu sudah masuk kategori orang tua gagal?

Padahal dulu, bukankah sore2 kita sudah duduk mengaji. Malam2 mana ada rumusnya bisa berkeliaran kemana2 tdk jelas. Sekolah, wah, dulu, ngaco sedikit saja, bisa ditampar guru. Disiplin. Dididik dengan tegas. Ngomong jorok? Wah, alamat dicabein itu mulut. 

Hari ini? Baiklah, mending scroll2, klik2, pindah ke Tikt Tok, youtube, daripada baca Tere Liye lagi ngomel2. 

(By Tere Liye)