Apakah Orang Yang Mati Tenggelam Otomatis "Mati Syahid"?

Oleh: Ustadz Hafidin Achmad Luthfie

Seorang nelayan berlayar di lautan yang ombaknya terkenal besar dengan perahu kecil sehingga punya potensi besar celaka dan tenggelam, apakah kalau tenggelam dia mati syahid?

Kasus pedagang yang mati tenggelam di laut pernah ditanyakan pada Ibnu Taimiyyah.

Ibnu Taimiyyah berkata:

ومن أراد سلوك طريق يستوي فيها احتمال السلامة والهلاك وجب عليه الكف عن سلوكها ، فإن لم يكف فيكون أعان على نفسه ، فلا يكون شهيداً

"Dan siapa mau menempuh jalan yang kemungkinan keselamatan dan kebinasaannya sama, maka ia harus menahan diri dari melakukan perjalanan tersebut. Dan jika ia tidak menahan diri, maka ia membantu dirinya sendiri (untuk binasa), maka ia tidak mati syahid."

Di tempat lain beliau juga menjelaskan:

وركوب البحر للتجارة جائزٌ إذا غلب على الظن السلامة ، وأما بدون ذلك فليس له أن يركبه للتجارة ، فإن فعل فقد أعان على قتل نفسه ، ومثل هذا لا يقال : إنه شهيد ، والله أعلم

"Mengendarai kapal dengan tujuan melakukan perdagangan diperbolehkan jika kuat dugaan akan selamat di laut. Namun bila tidak terjamin selamat maka tidak diperbolehkan mengendarai kapal buat berdagang. Dan jika dia melakukannya, dia membantu bunuh diri, dan yang seperti ini tidak dikatakan: dia adalah seorang syahid. Wallaahu A'lam."