Suarakan Raffi Ahmad Jadi Capres 2024, PKS Dikritik Sebagai Partai Kader

[PORTAL-ISLAM.ID] Artis Raffi Ahmad dikabarkan akan menjadi calon presiden yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). 

Usulan agar Raffi Ahmad jadi Capres disampaikan oleh Ketua DPP PKS yang juga Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah.

"Negeri ini butuh cara berpikir baru. Karena tantangan ke depan benar-benar baru dan menantang. Ternyata, dari ngomong-ngomong informal dengan kepala-kepala daerah PKS ini, kalau ditanya siapa yang pantas dicalonkan PKS di Pilpres 2024, yang muncul bukanlah Anies Baswedan, Ganjar, dan Prabowo, tapi sosok muda seperti Raffi Ahmad," kata Zulkieflimansyah di akun resmi Twitternya pada Jumat (27/5/2022).

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai pernyataan tersebut tidak serius.

Adi menilai PKS iseng-iseng bicara Raffi Ahmad pantas menjadi capres 2024 karena telah kehilangan momentum politik. Menurutnya, PKS sebagai partai oposisi pemerintah nyaris tidak pernah menjadi kekuatan poros politik baru dan tak punya kader sebagai kandidat capres.

"Sehingga mencoba untuk memunculkan figur-fugur yang kemudian dianggap populer bagi mereka seperti Raffi Ahmad," kata Adi kepada wartawan, Sabtu (28/5/2022).

Adi menyebut PKS sebenarnya memiliki kader-kader yang hebat yang layak jadi capres, salah satunya Gubernur NTB Zulkieflimansyah. Menurutnya, Zulkieflimansyah cukup layak dipromosikan PKS sebagai kandidat capres karena memiliki latar pendidikan dan politik yang mentereng.

"Mestinya PKS itu mempromosikan Zul sebagai kandidat capres. Zul itu kan memiliki latar pendidikan yang cukup mapan, sekolahnya di Inggris, post doktoralnya di Amerika, kemudian saat ini Gubernur NTB. Ya kapasitas dan kompetensinya sudah bisa dibaca oleh publik, ketimbang Raffi Ahmad yang terkesan hanya lucu-lucuan, mending PKS serius mengusung Zulkiflimansyah sebagai kandidat," ujarnya.

Dia pun menyinggung soal pemilih dan kader PKS yang terafiliasi sebagai pendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Adi menyarankan simpatisan dan kader PKS mulai menyuarakan kadernya sendiri sebagai kandidat capres 2024.

"Ketimbang PKS bingung menciptakan momentum politik, solusinya lucu-lucuan seperti mengusulkan Raffi Ahmad atau kader PKS itu terasosiasi ingin mendukung Anies di capres yang sebenarnya nggak ada untungnya buat PKS secara elektoral, ya sebaiknya PKS mengusung kader terbaiknya, salah satunya Zulkieflimansyah," ungkapnya.

Adi menganggap PKS enggan mempromosikan kader-kader terbaiknya untuk bisa bersaing dengan seperti Anies, Ganjar, hingga Prabowo. Sebab, PKS saat ini terkesan lebih banyak memposisikan diri sebagai pendukung Anies.

"Itu kontraproduktif, nggak nguntungin PKS dukung Anies, apa untungnya? Secara elektoral nggak ada. Bahwa Anies populer, Anies Gubernur Jakarta, masuk 3 besar survei iya. Tapi kan bukan kader PKS, lalu apa gunanya PKS selalu declare partai kader kalau kadernya tidak diorbitkan sebagai kandidat capres?" pungkasnya.
(Sumber: Detik)