Laris Manisnya Film KKN di Desa Penari adalah bukti bahwa masyarakat Indonesia masih krisis Aqidah

Laris Manisnya Film KKN di Desa Penari adalah bukti bahwa masyarakat Indonesia masih krisis Aqidah.

Makanya jangan heran jika film ini sudah menuju ke 8 juta penonton dengan keuntungan lebih dari 200 miliar rupiah, dengan Modal seluruhnya sekitar 15 miliar, dan ini penontonnya masih akan terus naik yang artinya keuntungannya juga naik.

Dan sebab itulah jangan heran pula jika dakwah yang mengajak pemurnian aqidah dan sunnah sering ditentang bahkan difitnah dengan sebutan Wahabi. Karena dakwah yang fokus pada pemurnian aqidah ini akan merugikan sumber-sumber pendapatan pihak-pihak yang mengeksplore kebodohan dan para pengagum tradisi-tradisi yang penuh mitos dan tahayul.

Padahal sejatinya dakwah itu justru ingin menyelamatkan manusia dari penyimpangan dan mengajak manusia dalam kebaikan individu yaitu agar mereka dapat mempraktekkan nilai-nilai tauhid dalam beribadah secara totalitas. Dan tentunya hal ini akan sangat bermanfaat bagi kehidupan seseorang di akhirat kelak daripada kehidupan dunia yang sementara ini.

Semoga kita termasuk orang-orang yang telah Allah ta'ala beri taufiq dan hidayah. Sehingga kita mampu menerima kebenaran dan mengamalkannya.

(Abu Yahya Al Busthamy)