Lebih Gila Dari Macron! Calon Presiden Prancis Marine Le Pen Bersumpah akan Larang Jilbab Jika Terpilih

[PORTAL-ISLAM.ID]  PARIS — Calon presiden sayap kanan Prancis, Marine Le Pen mengatakan pada hari Kamis (7/4/2022) lalu bahwa dia akan melarang pemakaian jilbab di depan umum. 

Dia juga menekankan bahwa denda akan dikenakan pada wanita yang mengenakan jilbab jika dia memenangkan pemilihan presiden Prancis yang akan datang. 

Le Pen membuat pengumuman selama wawancara dengan stasiun radio RTL, di mana dia mengatakan bahwa mayoritas penduduk Prancis mendukung larangan jilbab di depan umum. 

"Ini adalah ukuran yang diminta oleh orang-orang Prancis, dengan 85 persen populasi ingin tidak lagi melihat pemakaian jilbab di jalan-jalan," katanya dilansir dari Alaraby, Sabtu (9/4/2022). 

"(Orang Prancis) memahami bahwa dalam dua dekade terakhir jilbab telah digunakan oleh Islamis sebagai seragam, sebagai demonstrasi lanjutan dari Islam fundamental," ujar Le Pen. 

Namun, kandidat presiden, yang baru-baru ini difoto dengan seorang gadis berhijab selama kampanye pemilihannya, bersikeras bahwa tidak ada yang akan ditangkap karena mengenakan jilbab, meskipun dia mengusulkan larangan. 

Le Pen adalah pemimpin Reli Nasional, yang secara resmi dikenal sebagai Front Nasional, yang didirikan oleh ayahnya Jean-Marie Le Pen. Partai ini dikenal dengan retorika sayap kanan dan anti-imigrasi. 

Macron Tidak Setuju

Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Jumat (9/4/2022) mengutuk pernyataan Calon Presiden sayap kanan Prancis, Marine Le Pen yang akan melarang pemakaian jilbab di Prancis. 

Menurut Macron, komentar Le Pen menunjukkan bahwa upayanya untuk membuat partai Front Nasional sayap kanannya lebih disukai publik hanyalah tindakan untuk memenangkan suara.

"Melarang semua simbol agama di depan umum, itu tidak sekularisme,” kata Macron dilansir dari Alaraby, Ahad (10/4/2022).

Menurutnya, apabila melarang penggunaan jilbab di depan umum sama saja dengan dia melarang kippah, melarang salib.

"Jika kandidat sayap kanan Marine Le Pen melarang cadar, maka menurut konstitusi kita dia harus melarang kippah, dia harus melarang salib juga,” ujar Macron.

Hasil Pilpres Prancis

Prancis telah menggelar Pemilihan Presiden pada hari Minggu (10/4/2022) kemarin. 

Pilpres yang diikuti oleh 12 Capres ini sepertinya bakal berlangsung dua putaran karena hasilnya tidak ada yang meraih 50 persen suara plus 1.
Dua capres yang meraih posisi teratas putaran pertama adalah capres petahana Presiden Prancis Emmanuel Macron (meraih 27,3% atau 9.186.738 suara), posisi kedua Marine Le Pen (24% atau 8.051.081 suara).

Presiden Prancis Emmanuel Macron dan penantang terkuatnya Marine Le Pen lolos untuk putaran kedua pemilihan presiden pada 24 April 2022 yang akan mengadu tokoh ekonomi liberal pro-Eropa melawan nasionalis sayap kanan.

Jajak pendapat lembaga survei Ifop memperkirakan persaingan yang ketat, dengan 51 persen untuk Macron dan 49 persen untuk Le Pen. 

Pada 2017, Macron memenangi Pilpres Prancis dengan meraih 66,1% suara.

(*)