Adili Putin Sebagai Penjahat Perang

[PORTAL-ISLAM.ID] Presiden AS Joe Biden menyerukan agar Presiden Rusia Vladimir Putin diadili sebagai penjahat perang. Seruan itu terjadi ketika para pemimpin negara Barat mempersiapkan sanksi ekonomi baru seiring kemarahan global atas pembunuhan warga sipil oleh tentara Rusia di Ukraina.

Imbauan Presiden AS itu menanggapi foto-foto mengerikan yang disiarkan di seluruh dunia setelah penemuan kuburan massal pada akhir pekan dan mayat-mayat berpakaian sipil. Beberapa di antaranya dengan tangan terikat di kota Bucha, dekat Kiev.

“Anda mungkin ingat saya dikritik karena menyebut Putin sebagai penjahat perang,” kata Biden kepada wartawan di pos tentara Fort McNair di Washington seperti dikutip TheGuardian.com, Selasa (5/4/2022).

"Apa yang terjadi sebenarnya adalah kami melihatnya terjadi di Bucha dan dia (Putin) adalah penjahat perang," katanya menambahkan.

“Tapi kita harus mengumpulkan informasi. Kita harus terus memberikan Ukraina senjata yang mereka butuhkan untuk terus berperang, dan kami harus mendapatkan semua detailnya [untuk] menjalani pengadilan kejahatan perang. Orang ini brutal dan apa yang terjadi di Bucha keterlaluan,” kata Biden.

Sedangkan pada kunjungan ke Bucha, sekitar 30 km barat laut Kyiv, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy melangkah lebih jauh dengan mengatakan bahwa kota tersebut telah menjadi tempat kejahatan perang yang akan “diakui oleh dunia sebagai genosida”.

"Anda berdiri di sini hari ini dan melihat apa yang terjadi," kata Zelenskiy kepada wartawan dengan mengenakan rompi anti peluru dalam perjalanan keluar ibukota.

Dia mengatakan pihaknya tahu ribuan orang telah dibunuh dan disiksa dengan ekstremitas dibantai, perempuan diperkosa, anak-anak dibunuh.

Jaksa Agung Ukraina, Iryna Venediktova mengatakan 410 mayat sipil ditemukan di wilayah Kyiv setelah pasukan Rusia mundur. Sementara Walikota Bucha, Anatoly Fedoruk mengatakan kota itu telah mengubur 280 orang di kuburan massal.

Di dekat Motyzhyn, seorang penasihat kementerian dalam negeri Ukraina, Anton Herashchenko menunjukkan sebagian tubuh kepala desa, suaminya, dan putra mereka yang tertutup sebagian kepada wartawan. Mereka telah ditembak dan dikubur di kuburan yang dangkal, katanya.[Kabar24]