Putin Rekrut 16.000 Tentara Suriah Untuk Perang Ukraina, Dijanjikan Gaji 50 Kali Lipat

[PORTAL-ISLAM.ID]  Presiden Rusia Vladimir Putin merekrut 16.000 orang tentara Suriah. Mereka menunggu bergabung dalam perang Rusia Ukraina.

Militer Suriah mulai merekrut pasukan untuk berperang bersama pasukan Rusia. Sementara itu ribuan sukarelawan asing bergabung dengan Ukraina untuk menggempur Rusia.

Saat berbicara pada pertemuan Dewan Keamanan Rusia, Putin mengatakan orang-orang di Timur Tengah yang ingin mendaftar dalam perang di Ukraina harus diizinkan untuk ikut serta. 

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan ada 16.000 sukarelawan yang siap bertempur bersama pasukan yang didukung Rusia.

"Jika Anda melihat bahwa ada orang-orang yang ingin atas kemauan mereka sendiri, bukan karena uang, untuk datang membantu orang-orang yang tinggal di Donbas, maka perlu memberi mereka apa yang mereka inginkan dan membantu mereka mencapai zona konflik," ujar Putin.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menanggapi pernyataan Putin. Dia mengatakan preman dari Suriah akan datang untuk membunuh orang di negeri asing.

Pendaftaran tentara Suriah ini telah diposting di situs web yang berisi pemberitahuan bahwa pasukan akan berperang di Ukraina. Salah satunya adalah menjanjikan pembayaran US$ 3.000 per bulan atau sekitar Rp 43 juta, 50 kali lebih besar dari gaji bulanan tentara Suriah.

Unggahan juga dibuat di hari Jumat oleh pendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad. Di dalamnya berisi pula informasi tentang cara mendaftar.

Pembukaan pendaftaran terjadi ketika Putin kehilangan 11 komandan militer dan tiga jenderalnya dalam invasi ke Ukraina. Ukraina mengklaim jumlah tentara Rusia yang tewas sebanyak 12.500 orang.

Komandan senior terakhir yang tewas adalah Mayor Jenderal Andrei Kolesnikov dari Angkatan Darat Gabungan ke-29. Dua petinggi lainnya yang tewas adalah Kolonel Andrei Zakharov dan Vitaly Gerasimov.

Sebelum tentara Suriah bergabung, Rusia mendapat bantuan pasukan dari tentara Chechnya. Tentara Chechnya dikenal sebagai pemburu. Masing-masing dari mereka dilaporkan diberi sebungkus kartu daftar pejabat Ukraina yang menjadi target untuk dibunuh.