"Kami orang Maluku orang paling baik se Indonesia tapi kami telah ditipu oleh Presiden Jokowi dan Menko Marves Luhut.."

[PORTAL-ISLAM.ID]  Wacana Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN) telah lama digembar-gemborkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan pada Tahun 2016.

Presiden Jokowi berjanji membangun Pelabuhan Ambon Baru atau Ambon New Port untuk mendukung LIN. Groundbreaking-nya dijanjikan dilakukan pada November 2017. 

Sayangnya, janji Jokowi hanya isapan jempol belaka. Pembangunan Ambon New Port batal. 

Alasannya pembangunan Ambon New Port anggarannya tidak tersedia. 

"Mohon maaf bangun pelabuhan terpadu itu duitnya nggak ada, masalahnya," kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI, pada Rabu 23 Maret 2022 kemarin. 

"Rencana pembangunan Ambon New Port tidak jadi karena anggarannya tidak ada, yang kedua siapa yang mau masuk ke situ juga harus kita undang, ini semua tentang investasi," katanya.

Alasan pemerintah angaran tidak ini membuat Anggota DPR RI dari Maluku Saadiah Uluputty berang. Dia mempertanyakan janji Presiden Jokowi dan Menko Luhut Binsar Pandjaitan. 

"Kalau alasan tidak ada uang, bagi kami tidak adil. Benar-benar kami ditipu, pembohongan ini. Saya tidak bisa terima (alasan itu) di sini," tegas Ibu Saadiah dalam rapat tersebut. 

Saadiah menilai, alasan tidak ada anggaran untuk pembangunan Ambon New Port sangat tidak tepat. 

"Tidak boleh ada alasan tidak ada duit tidak ada uang. Ini soal janji Presiden yang wara-wiri ke sana dengan beberapa menteri ke sana. Saya tidak bisa ambil terima kaya begini," kata Saadiah. 

Dia menyebut, pemerintah bisa membuat kereta cepat di Bandung, membangun Ibu Kota Negara. Tetapi ketika janji pemerintah berjanji membangun Ambon New Port, pemerintah beralasan tidak ada anggaran. Padahal, kontribusi ikan di Maluku untuk negara sebesar 37 persen. 

"Bisa bangun kereta cepat di Bandung. Bisa bangun Ibu Kota Negara. Lah, ini laut kami punya kontribusi tertinggi 37 persen untuk negara. Kalau alasan tidak ada uang, bagi kami ini tidak adil," katanya. 

"Maluku ini kami orang yang paling baik se Indonesia. Tidak pernah bilang mau kibarkan bendera. Tidak pernah bilang mau merdeka. Kalau hari ini tidak ada uang. Waduh, mana Presiden itu. Mana menteri Marves itu. Benar-benar kami ditipu, ini pembohongan ini," tegasnya. 

Video pernyataan keras Ibu Saadiah Uluputty ini viral di media sosial.

[VIDEO]