Perang Rusia vs Ukraina, sebagai Muslim kita berdiri di pihak mana?

Perang Rusia vs Ukraina, sebagai muslim kita berdiri di pihak mana?

Jangan bias sejarah, Rusia menyapu muslimin di Suriah, berkomplot dengan sekutunya Basyar Fasad, membuat wanita menjadi janda, anak-anak Jadi yatim piatu, dan orang-orang jadi gelandangan, kehilangan pekerjaan, pangan menjadi sulit dan kehancuran peradaban dimana-mana.

Rusia menginstal rezim fasik Basyar, menabur hujan bom kimia dan mengadu domba muslim.

Rusia menginvasi Afghanistan, Checnya dan Georgia yang memiliki populasi muslim besar.

Lalu cerita pilu, kesengsaraan dan kehancuran seperti di Suriah terkompilasi kembali.

Bedebah seperti itu dari sisi apanya Anda bela?

Biarkan saja mereka menyelesaikan urusan mereka, kalau tidak dibuat sibuk perang sesama kafir begitu, mereka sibuk memerangi umat Islam dan membuat banyak musibah bagi umat Islam.

Banyak muslim ikut perang di pihak Rusia?

Karena nereka tidak punya pilihan. Banyak alasan, rumah, keluarga, penghidupan dan bisnis mereka dibawah kontrol Rusia.

Kalaupun mesti membela, berdirilah bersama keadilan.

Allah menolong orang-orang yang adil meskipun kafir karena Allah benci kezhaliman.

(Aly Raihan El-Mishry)

***

Bahaya salah dalam mengikuti arus informasi dunia bisa salah dalam bersikap, bisa terhitung dosa meskipun kita gak ada disana...

"Jika seorang hamba terbunuh di negeri timur, sedangkan orang lain di negeri barat -yang mendengar berita- merasa rela atas pembunuhan itu, maka ia telah menjadi bagian sekutu dalam pembunuhan."

Ibn Mas'ud ra: "Seorang hamba, tidak hadir dalam kemunkaran, tetapi ia mendapat dosa sama dengan pelaku kemungkaran itu."
 
Ditanyakan: "Bagaimana bisa?"

Beliau jawab: "Kabar kemungkaran itu sampai kepadanya, dan ia rela, (tidak membenci)"

~ Ihya, Vol 8, hlm. 555

Tanpa sadar, keberadan internet dan lalulintas berita yang begitu cepat dari seluruh penjuru bumi, berpotensi mempercepat penumpukan gunungan dosa seseorang, tanpa ia terlibat dalam perbuatan yang diberitakan.

فان لم يستتطع فبقلبه

Kewajiban paling ringan bagi setiap muslim yang tidak mampu mengubah kemungkaran (nahi munkar) adalah membencinya dengan hati.

(Najih Ibn Abdil Hameed)