CURAHAN HATI SEEKOR ANJING

CURAHAN HATI SEEKOR ANJING

Duhai manusia, aku ini memang hanya seekor anjing. Makluk yang bagi kalian sering diidentikkan dengan hinaan.

Aku benar-benar tidak habis pikir, kenapa diriku yang imut ini kok disamakan dengan hinaan? Padahal aku adalah hewan yang sangat mudah diajari. Aku juga sangat penurut pada orang yang memeliharaku. Aku bisa jadi penjaga yang akan melindungi rumah atau hewan ternakmu.

Tapi tak apalah. Aku bisa menerima semua itu dengan ikhlas. Aku tidak akan protes. Yang penting, aku menjalankan fungsi utamaku di dunia ini, yakni menjadi teman bagi siapapun yang mau memeliharaku.

Ya, kami para anjing memang sudah terbiasa bersikap ikhlas dan sabar terhadap pandangan manusia yang menganggap kami makhluk hina. Kami santai saja, tidak mempermasalahkan itu.

Namun hari ini, aku merasa galau sekali. Majikanku membaca berita di media sosial, tentang seorang pejabat yang membandingkan suara adzan dengan gonggongan kaumku.

Adzan itu panggilan dari Allah. Masa panggilan dari Allah yang Maha Suci Maha Mulia disamakan dengan gonggongan makluk hina seperti diriku ini?

Walau kalian manusia menganggapku hina, tapi jelek-jelek gini aku juga ciptaan Allah. Setiap saat aku juga berdzikir, memuji kekuasaan Allah. Hanya saja kalian tidak paham seperti apa dzikirku.

Seandainya kalian para manusia bisa memahami bahasa kami, niscaya kalian akan tahu, bahwa semua anjing di seluruh dunia saat ini sedang galau tingkat internasional.

Kami tidak rela jika gonggongan kami yang bukan apa-apa ini, dibandingkan dengan panggilan suci dari Allah yang Maha Suci Maha Mulia.

Ya sudah. Ada yang punya tulang? Saya lapar nih.. guk guk guk!!!!

(Jonru Ginting)

Baca juga :