China Heboh! Xi Jinping Buat 5 Aturan 'Gila' Selama Olimpiade

[PORTAL-ISLAM.ID] China kembali menghebohkan dunia. Penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin Beijing yang dibuka pada Jumat (4/1/2022) pekan lalu, pemerintahan Presiden Xi Jinping gencar menerapkan sejumlah aturan 'gila' untuk menekan penyebaran Covid-19.

Sebelum menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2022, China memang tidak main-main dengan aturan selama pandemi. Untuk menekan angka kasus, Negeri Tirai Bambu menerapkan strategi nol-Covid, penguncian (lockdown), hingga tes massal.

Aturan serupa juga diterapkan selama berlangsungnya Olimpiade. 

Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 yang memiliki nama resmi XXIV Olympic Winter Games tersebut akan berlangsung hingga 20 Februari 2022.  

Olimpiade Musim Dingin 2022 sendiri akan memperlombakan 15 cabang olahraga dengan total 109 nomor pertandingan.

Berikut lima aturan 'gila' China untuk acara olahraga terbesar di dunia itu, dirangkum dari berbagai sumber:

1. Pelayan dan Bartender Wajib Pakai APD

Aturan 'gila' pertama dari China adalah para pelayan dan bartender di sekitar area Olimpiade diwajibkan untuk menggunakan alat pelindung diri (APD) untuk mencegah penyebaran virus corona.

Melansir Reuters, bartender di kota Zhangjiakou terlihat meracik minuman koktail mereka dengan mengenakan baju hazmat. Pelayan di kota itu juga melakukan pekerjaan mereka dengan APD.

Pemandangan ini terlihat di Kondominium Nanshanli, di mana sebagian besar tamunya merupakan jurnalis dan personel Olimpiade. Tidak hanya di Zhangjiakou, pemandangan ini juga terjadi di sekitar area Olimpiade yang terletak di Beijing.

2. Warga Umum Dilarang Dekati Delegasi Olimpiade, Meski Terlibat Kecelakaan

Kepolisian kota Beijing melarang warga mendekati delegasi Olimpiade Musim Dingin, meski mobil mereka terlibat kecelakaan. Larangan itu diterapkan untuk menghindari pelanggaran protokol kesehatan Olimpiade dan mencegah penularan Covid-19 terhadap delegasi dan atlet.

"Jika terjadi kecelakaan lalu lintas dengan kendaraan khusus untuk Olimpiade Musim Dingin, harap tetap menjaga jarak aman," kata Biro Manajemen Lalu Lintas Beijing dalam unggahan di media sosial Weibo, seperti dikutip dari AFP.

3. Hadirkan Sistem 'Bubble' di Area Olimpiade

Negeri Tirai Bambu juga memutuskan menggunakan sistem 'bubble' atau 'gelembung' untuk membatasi area Olimpiade dengan warga sipil. Orang yang berada di dalam 'gelembung' harus melakukan tes harian dan harus menggunakan masker setiap waktu.

Tak hanya itu, orang-orang tidak bisa seenaknya meninggalkan gelembung sampai Olimpiade berakhir. Tentu sistem ini masih memperbolehkan para atlet, pelatih, dan beberapa pejabat lain bepergian menggunakan transportasi resmi, tetapi tak bisa berjalan-jalan di ruang publik.

Diketahui ada lebih dari 4.500 atlet dan 20.000 relawan lokal yang harus mengikuti aturan ini.

4. Jelang Olimpiade, China Tes Massal 2 Juta Warga Beijing

Aturan lainnya adalah China melakukan tes massal terhadap dua juta warga Beijing jelang Olimpiade. Ini dilakukan setelah terdeteksinya klaster Covid-19 beberapa pekan sebelumnya.

Hasilnya, distrik Fengtai di selatan Beijing menjadi episentrum dari klaster Covid-19 terbaru. Beijing sendiri mendeteksi 43 kasus infeksi virus corona baru per 23 Januari lalu.

Selain itu, masyarakat yang berasal dari wilayah berisiko tinggi juga dilarang meninggalkan kotanya hingga pemberitahuan lebih lanjut.

5. Mendadak Lockdown Area Sekitar Beijing

Tidak hanya melakukan strategi nol-Covid dan tes massal, China juga menerapkan penguncian wilayah (lockdown) di sekitar Beijing satu minggu jelang dimulainya Olimpiade.

Lockdown dadakan tersebut membuat warga kebingungan, apalagi dilakukan menjelang Hari Raya Imlek. Sekitar 1,2 juta orang di kawasan New Area, Xiong'an bahkan tidak diizinkan untuk meninggalkan kompleks perumahan mulai 25 Januari lalu.

Akibatnya media sosial di China, Weibo, penuh dengan komentar warga. Tidak sedikit warganet yang juga mempertanyakan kepentingan aturan lockdown di Xiong'an menjelang Olimpiade tersebut.

Meski menjadi negara pertama munculnya wabah Covid-19, China kini hanya tercatat memiliki total 106.340 kasus infeksi dan 4.636 kasus kematian per Senin (7/2/2022), menurut data Worldometers.