Werner Klawun, Ekstrimis Islamophobia Jerman Yang Akhirnya Masuk Islam

[PORTAL-ISLAM.ID]  Mantan anggota parlemen Jerman Werner Klawun (75 tahun) dari ekstrem kanan dan salah satu penentang keras pembangunan masjid di Jerman, akhirnya memeluk Islam.

Werner Klawun, seorang wakil Partai ekstremis sayap kanan jauh Nasional Demokratik Jerman (National Democratic Party of Germany-NPD) telah memeluk Islam. Werner Klawun sebelumnya dikenal karena memiliki sikap anti-imigrasi dan anti-pengungsi, namun sekarang menjadi pendukung terbesar bagi pengungsi Suriah, Irak dan Afghanistan, lansir World Bulletin, Sabtu (30/07/2016).

Berbicara kepada surat kabar Bild Jerman, Werner yang sekarang dikenal dengan nama Ibrahim ini mengatakan ia memeluk Islam setelah membaca puisi tentang Islam juga pujian bagi Nabi Muhammad Saw oleh sastrawan dan filsuf terkemuka Jerman Wolfgang von Goethe dan kemudian mempelajari al Quran sendiri untuk memahami Islam .

"Saya membaca karya Goethe 'West-Eastern Divan' dan mempelajari Alquran dan kemudian pindah agama," kata Werner Klawun.

Bahkan pengungsi tinggal bersamanya

Setelah krisis pengungsi, pensiunan berusia 75 tahun itu menerima empat pencari suaka di rumahnya, semuanya pria berusia antara 18 dan 30 tahun. Dia membantu mereka untuk bergaul dalam kehidupan sehari-hari di Jerman. “Mereka adalah keluarga saya sekarang," ujar Klawun kepada Bild.

Istrinya meninggalkannya dengan lima anak mereka dua tahun lalu, dan sejak itu pria berusia 75 tahun itu semakin mengabdikan dirinya pada agama Islam. 
Setelah menerima agama Islam, Ibrahim menjelaskan bagaimana ide-ide dan pikirannya benar-benar berubah dan bahwa ia telah memutus hubungan dengan masa lalunya. Dia mengatakan bahwa memutuskan hubungan dengan partainya tidaklah cukup dan bahwa ia mencari perubahan besar untuk pencapaiannya dengan membantu pengungsi.

Saat menerima Islam pada tahun 2014, istri Ibrahim membawa anak-anak mereka dan meninggalkan rumah dan tak lama setelah itu Klauner mengasuh empat pengungsi Suriah berusia antara 18 hingga 30 tahun dan sekarang menganggap mereka sebagai keluarganya sendiri.

Dengan penghasilan 900 euro per bulan pada saat pensiun, mereka sekarang membantu Klauner menunjukkan empati dan kasih sayang yang ia tunjukkan kepada mereka.