Tere Liye: Proyek Kereta Cepat JKT-Bandung adalah proyek 'tipu-tipu' saja, Ini buktinya....

Kereta cepat (tapi bo-ong)

Perhatikan gambar ini dengan seksama. Screenshoot dari Google Maps, menampilkan kota Bandung, dan sekitarnya.

Jadi begini, proyek kebanggaan bangsa dan negara, yang bernama Kereta Cepat Jakarta-Bandung, dengan biaya 115 trilyun, dan telah resmi 'ditalangi' oleh APBN, padahal dulu ehem, katanya 100% B2B, alias swasta, adalah proyek 'tipu-tipu' saja.

Selow, jangan ngamuk dulu baca tipu-tipu, itu dikasih tanda petik. Level literasimu itu naikin dikit. Lihat tanda petik saja tidak paham. Nah, kenapa 'tipu-tipu'?

Karena kamu naik kereta cepat ini dari Jakarta, kamu berhenti di stasiun Padalarang. Yang dikasih tanda bintang. Dari sini, kamu ke Bandung naik apa? Terserah kamu-lah. Mau naik kereta biasa, silahkan nyambung lagi. Mau naik gojek, grab, taksi, bebas. Mau ngesot juga boleh. Berapa jarak stasiun Padalarang ke pusat kota Bandung? 20 km, kurang lebih. Selamat menikmati. Jika di akhir pekan, kondisi biasa, itu 1 jam. Kalau macet, silahkan rasakan sendiri.

Kok cuma sampai Padalarang? Karena duitnya nggak cukup. Bangun trek melintasi kota Bandung, proyek bisa bengkak jadi 150 trilyun, atau malah 200 trilyun. Lah, belum apa-apa saja sudah bengkak puluhan trilyun dari hitung-hitungan awal. Besok-besok, kalau ini kereta penumpangnya jutaan per tahun, bisalah dibangun.

Lantas dari Padalarang, rute kereta melengkung di selatan kota, baru tiba di stasiun berikutnya, yaitu Tegalluar, yang ada di bawah. Yang dikasih tanda bintang. Itu juga sama jauhnya. Bahkan kalau lagi macet, menuju pusat kota lebih horor lagi.

Well, entah akan berapa penumpang kereta cepat ini. Karena bayangkan sendiri betapa repotnya kamu turun di stasiun Padalarang atau Tegalluar, terus pindah lagi ke kereta lain. 

Kalau naik travel? Normal, Jakarta-Bandung itu tinggal 2,5 jam saja. Sampai di tengah kota, bisa milih mau turun di mana. Naik kereta biasa, 3 jam. Juga sampai di tengah kota. Apalagi penduduk di Bandung bagian utara, wah, menuju selatan itu sama kayak sudah sepertiga jalan ke Jakarta.

Berapa harga tiket kereta cepat ini kelak? Nah, inilah yang akan betapa indah menakjubkan kelak. 

Secara kelayakan ekonomi, biar bisa nutup itu semua investasi, bayar utang, dll, minimal 600.000, alias 5x harga tiket travel, dll. Sudah mahal, ribet pula. 

Tapi tenang, biasanya sih di subsidi. Pakai duit siapa? Tenang. 100% pakai duit pejabat-pejabat yg maksaaa banget bangunnya. Jadi kamu tdk usah hater gitu deh. Pakai duit mereka gitu loh.

(By Tere Liye)

*fb