Saling Sindir Calon Ketum PBNU, Said Agil: Jangan ke Israel, Staquf: Ada Kampanye Hitam

[PORTAL-ISLAM.ID] Saling sindir dan aroma persaingan menjelang Muktamar NU terasa semakin panas.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj -calon petahana- mendadak bicara soal Palestina dan menyatakan pihaknya tak akan mengakui atau datang ke Israel selama negara itu tak mengakui kemerdekaan Palestina.

Sementara itu, calon Ketua Umum lainnya, Yahya Cholil Staquf menyinggung adanya upaya kampanye hitam menjelang Muktamar NU lewat isu Israel.

"Dan saya menjaga netralitas sikap terhadap luar negeri. Atau sikap PBNU terhadap politik luar negeri. Selama Israel tak mengakui Palestina, maka PBNU menolak akui Israel. Apalagi sampai datang ke Israel," kata Said saat menggelar konferensi pers terkait kesediaannya menjadi calon Ketum PBNU di Muktamar NU di lampung, di Jakarta Pusat, Rabu (8/12/2021).

Sebelumnya, Yahya Cholil Staquf menghadiri American Jewish Community (AJC) Global Forum tahun 2018 lalu dan bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Kunjungan ke Israel itu dikecam oleh umat Islam.

Saat ditemui di kediamannya di Jakarta Selatan, Rabu (10/11), Yahya Staquf, yang lebih dulu mendeklarasikan diri sebagai calon Ketum PBNU, mengklaim ada serangan kampanye hitam jelang Mukmatar dengan mengusung isu kunjungannya ke Israel itu.

"Ada kampanye-kampanye hitam, tapi enggak gitu-gitu amatlah. Ada kampanye hitam soal Israel. Ini barang lama ini. Kalau di orang NU sudah, 'Hah?' gitu lho," kata Yahya dengan gestur heran dan tertawa.