Terbongkarnya Hoax Rp 1000

Terbongkarnya Hoax Rp 1000

Guntur Romli menyebarkan hoax bahwa kelompok Anies memasang iklan, barangsiapa komentar positif di medos Anies akan mendapat Rp 1000. 

Hoax ini akhirnya terbongkar. Mas Ridha Intifada yang menemukan bahwa iklan itu dipasang di rajakomen.com.
 
Siapapun bisa pasang iklan, termasuk Guntur Romli. Dan ternyata hanya orang yang punya akun di rajakomen.com yang bisa screenshot tampilan iklan. Dus bisa diduga Guntur Romli sendiri atau dia dapat dari temannya yang sebenarnya pasang iklan untuk dowgrade kredibilitas Anies Baswedan.

Polanya kelihatan terstruktur. 

Pertama, pasang iklan di rajakomen.com. Menarasikan seolah-olah tim Anies Baswedan membayar buzzerp untuk menaikkan citra positif di medsos. 

Kedua, setiap ada posting atau komentar positif tentang Anies para influencer dan buzzer kelompoknya komentar mengejek, lumayan Rp 1000! Dengan maksud membuat jengah yang berkomentar karena dianggap sebagai orang bayaran.

Heran juga. Orang-orang yang dikenal dekat dengan kelompok organisasi buzzer justru menuduh lawan politik memakai buzzer. Tentunya kita masih ingat hasil investigasi majalah Inggris the Guardian tentang bagaimana buzzer dikerahkan untuk mendukung Ahok dalam pilkada DKI.  https://www.theguardian.com/world/2018/jul/23/indonesias-fake-twitter-account-factories-jakarta-politic

Cerita hoax ditebar, fakta justru berkata sebaliknya. Walau popularitas di media dan medsos tinggi, namun favorabilitas Anies rendah karena terlalu banyak diserang oleh posting dan komentar negatif. Siapa yang komentar negatif? Ya GR dan kelompoknya itu. Yang oleh Drone Emprit diidentifikasi sebagai pendukung Ganjar Pranowo dan terlihat rajin me-roasting Anies Baswedan di media sosial. 

Jika demikian ceritanya, jadi masuk akal bukan kenapa GR menyebar hoax?

(By Tatak Ujiyati)