Tak Perlu Jadi Pakar Body Languange, Foto Itu Justru Merendahkan Jokowi, Siapa "Tuan" dan Siapa "Bawahan"

Oleh: Azwar Siregar

Tak perlulah jadi Pakar Body Languange atau Pembaca Gestur Tubuh untuk memahami siapa "Tuan" dan siapa "Bawahan" di foto ini.

Coba amati sekali lagi. Dan bayangkan wajah-wajah mereka semua digantikan wajah sebuah Kelompok atau Organisasi. Misalnya PNS, Tentara, Polisi atau anggota OKP, misalnya Banser....

Nah posisi si Macron sedang menepuk seseorang yang jelas-jelas dia anggap berada dibawah stratanya. Sedangkan yang ditepuk tertawa senang. Ada sedikit perasaan bangga karena merasa diperhatikan. Persis ketika seorang Prajurit ditepuk dengan akrab oleh Komandannya.

Tentu saja analisa saya ini akan berubah dan jauh berbeda. Andai saja tangan Pak Jokowi posisinya juga berbeda. Misalnya tangannya jangan bersedekap.

Si Macron kan termasuk Bule berukuran Kerdil. Sama tingginya dengan Pak Jokowi. Tapi bule ya tetap bule. Ada semacam sikap dan sifat superior di DNA-mereka.

Jadi seharusnya Pak Jokowi tidak perlu memiringkan kepala. Itu sikap inferior. 
Begitu Macron menepuk, Pak Jokowi harus melepaskan tangannya yang bersidekap dan langsung mengulurkan tangan untuk bersalaman. Tersenyum boleh, lebih baik lagi dengan tawa lebar.

Percayalah, kalau seperti itu baru akan kelihatan pose yang lebih wajar dan baru sama-sama sederajat.

Mungkin akan ada yang berkata, "ah cuma pose berfoto aja kok diributkan?".

Ini dunia diplomasi politik antar negara bung. Coba sesekali lihat bagaimana gaya-gaya Presiden Amerika kalau bersalaman atau berinteraksi dengan Pemimpin Negara Lain. 

Lihat Gaya Barack Obama, Donald Trump. Atau Gaya Presiden dari Negara Adidaya seperti Putin, Erdogan dan Xi Jinping. 

Masih kurang paham juga?

Ya sudah saya kasih penjelasan lebih sederhana. Si Macron tidak akan pernah dan tidak akan mungkin melakukan sikap, kita sebut saja "sok akrab" seperti yang dia lakukan kepada Pak Jokowi kepada Joe Biden, Putin, Erdogan dan Xi Jinping.

Jadi buat kalian Pendukung Fanatik Pak Jokowi, berhentilah mengelu-elukan foto-foto yang sekilas kalian anggap membanggakan. Padahal sebenaranya merendahkan.

Bai de wei saya kok jadi ingat dulu sebuah Koran Asutralia yang menggambarkan Pak Jokowi jadi Koki dipertemuan Pemimpin-pemimpin Negara Dunia...

Lumayanlah. Dari dianggap Koki (karyawan) sekarang sudah diperlakukan seperti anak bawang 😁