Sindir Jokowi, RR: Rakyat Indonesia Sudah Kenyang dengan PHP, Orang Asing kan Belum Tahu

[PORTAL-ISLAM.ID]  Ekonom Senior Rizal Ramli menanggapi pernyataan Presiden Jokowi yang mengaku sedih lantaran Indonesia dihormati negara lain, namun kerap dikerdilkan di negara sendiri.

Menurut Rizal Ramli, masyarakat di Indonesia sudah kenyang dengan kebiasaan ingkar-janji Presiden Jokowi sehingga masyarakat sering menjadikannya bahan candaan.

Sementara di luar negeri menurut Rizal Ramli, orang asing belum mengetahui hal tersebut.

"Presiden Jokowi sedih dijadikan bahan bercanda di dalam negeri, dipuji di LN. Kalau rakyat Indonesia kan sudah kenyang dgn PHP dan kebiasaan ingkar-janji Jokowi. Orang asing kan belum tahu," tulis Rizal Ramli di akun twitternya @RamliRizal pada Jumat, 12 November 2021.

Rizal Ramli juga menilai negara lain pun kelak akan kapok terkena harapan palsu dari Presiden Jokowi seperti yang dirasakan rakyat Indonesia.

"Ini kan export php, ntar lagi juga kapok," ujarnya.

Lebih lanjut, mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman ini juga membantah jika Jokowi dipuji di luar negeri.

Hal itu terbukti pada acara The COP (Conference of The Parties) 26 UN Climate Change Conference di Glasgow.

"Wong hasil COP ttg deforestasi langsung dibantah," ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengaku heran dengan Indonesia yang kerap dihormati di penjuru dunia, namun justru dikerdilkan oleh masyarakat di negara sendiri.

Hal itu disampaikan Jokowi saat berpidato di acara Hari Ulang Tahun Partai Nasdem ke-10 di Jakarta, Kamis, 11 November 2021.

“Tapi yang sering saya sedih, posisi kita semakin dihargai, posisi kita semakin dihormati, posisi kita semakin dipandang negara lain, tapi sering di negara sendiri dikerdilkan. Ini yang sering membuat saya sedih,” ujar Jokowi seperti dikutip dari Antara.

Jokowi menceritakan pada saat G20 dan KTT Perubahan Iklim COP26 di Glasgow, Skotlandia, banyak negara maju yang melirik Indonesia.

“Sebetulnya, baik pada keketuaan Presidensi G20, atau nantinya setelah ini jadi Ketua ASEAN, mestinya Indonesia sebagai bangsa dihormati, dan juga warga negara Indonesia ini juga akan merasakan semuanya, warga kita itu merasakan akan kehormatan itu.

"Saya juga ingin warga negara kita ini juga dihormati dihargai oleh warga negara lain, di mana pun WNI kita berada,” ujarnya.

Oleh karena itu, Jokowi mengingatkan pentingnya Indonesia tetap memegang teguh ajaran budi pekerti dan kearifan lokal sehingga tetap memiliki identitas yang kuat.

Jokowi meminta agar masyarakat Indonesia tidak lagi memiliki mental inferior, karena Indonesia adalah bangsa yang besar.