Pak Jokowi menutup-nutupi aib di dunia internasional, Eh Bu Menteri LHK malah membukanya

[PORTAL-ISLAM.ID]  Presiden Joko Widodo mengklaim Indonesia dapat memenuhi komitmen pengurangan emisi karbon sebesar 29 persen secara unconditional pada 2030, sebagaimana tertuang di dalam Paris Agreement. 

Hal ini diungkapkan Jokowi ketika mengadakan pertemuan CEOs Forum di Glasgow, Skotlandia, Senin pagi, 1 November 2021.

"Indonesia telah mengadopsi Strategi Jangka Panjang Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim 2050, serta road map yang detail untuk mencapai target net zero emission pada 2060 atau lebih awal," kata Jokowi.

Lalu saat KTT G20 di Roma, Jokowi mengklaim Indonesia telah berhasil menekan deforestasi (penggundulan hutan/penebangan hutan) ke titik terendah dalam 20 tahun terakhir. 

“Saya paham, sebagai salah satu pemilik hutan tropis terbesar di dunia, Indonesia memiliki arti strategis dalam menangani perubahan iklim. Posisi strategis tersebut kami gunakan untuk berkontribusi. Deforestasi di Indonesia dapat ditekan ke titik terendah dalam 20 tahun terakhir," kata Jokowi seperti dikutip dari laman resmi Setkab, Minggu (31/10/2021).

***

KLAIM Jokowi saat berbicara di dunia internasional ini malah dimentahkan oleh pernyataan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya di akun twitternya.

"Pembangunan besar-besaran era Presiden Jokowi tidak boleh berhenti atas nama emisi karbon atau atas nama deforestasi," kata Bu Menteri Siti Nurbaya di akun twitternya @SitiNurbayaLHK, Rabu, 3 November 2021.

Sontak pernyataan Bu Menteri LHK ini bikin heboh.

"Pak Jokowi menutup-nutupi aib, Bu Siti Nurbaya malah membukanya," komen Okky Madasari @okkymadasari.

Sebelumnya, Greenpeace Indonesia juga membantah klaim deforestasi yang disampaikan Jokowi.

"Presiden Jokowi menyebutkan, laju deforestasi turun signifikan terendah dalam 20 tahun terakhir. Deforestasi di Indonesia justru meningkat dari yang sebelumnya 2,45 juta ha (2003-2011) menjadi 4,8 juta ha (2011-2019). Padahal Indonesia sudah berkomitmen untuk menekan laju deforestasi," ungkap Greenpeace Indonesia dalam pernyataan resmi.

"Tren penurunan deforestasi dalam rentang 2019-2021, tidak lepas dari situasi sosial politik dan pandemi yang terjadi di Indonesia sehingga aktivitas pembukaan lahan terhambat. Faktanya dari tahun 2002-2019, saat ini terdapat deforestasi hampir 1,69 juta hektar dari konsesi HTI dan 2,77 juta hektar kebun sawit," lanjut Greenpeace Indonesia.