Mereka Yang Anti-Arab Menuding Bukan Budaya Nusantara, Ehh Ikut Merayakan Hallowen Padahal Bukan Budaya Nusantara

[PORTAL-ISLAM.ID]  Mereka yang anti jilbab, anti cadar, anti bahasa Arab, dengan alasan itu budaya Arab, bukan budaya Indonesia....

Eh... kemarin mereka rame-rame merayakan Hallowen. Padahal itu bukan budaya Indonesia 😁

Setiap 31 Oktober, mayoritas orang di Eropa dan Amerika Serikat akan merayakan Halloween. Mengutip dari HISTORY, tradisi ini berasal dari festival Samhain bangsa Celtic kuno. 

Kala itu, mereka menyalakan api unggun dan mengenakan kostum untuk mengusir hantu. Sebab, 31 Oktober dipercaya sebagai hari di mana para hantu dan orang-orang yang telah meninggal kembali ke bumi.  

Bagaimana hukum merayakan Halloween dalam Islam? 

Melansir dari OnePathNetwork, muslim tidak seharusnya merayakan Halloween yang identik dengan setan dan monster. Dalam surat Yusuf ayat 5 disebutkan: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia".

Selain itu, Rasulullah juga mengatakan bahwa jika seorang muslim meniru kebiasaan umat tertentu, maka ia termasuk bagian dari mereka. 

“Siapa yang meniru kebiasaan satu kaum maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut.” (Hadis shahih riwayat Abu Daud).